Transaksi Rp 5 Miliar, Jateng Fair 2026 Ditutup, Dikunjungi Lebih 125 Ribu Orang

Jateng Fair 2026 resmi ditutup dengan lebih dari 125 ribu pengunjung dan transaksi sekitar Rp5 miliar. Pemprov Jateng optimistis PRPP kembali menjadi ikon daerah.
SEMARANG, puskapik.com – Perhelatan Jateng Fair 2026 resmi berakhir setelah berlangsung selama sepuluh hari. Mengusung tema "Action for Transformation", ajang pameran tahunan tersebut mencatat lebih dari 125 ribu upacara penutupan.
Acara penutupan dilakukan oleh Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen, di panggung utama Jateng Fair, pada Minggu, 5 Juli 2026.
Direktur Utama Pusat Rekreasi dan Promosi Pembangunan (PRPP) Jawa Tengah Shafigh Pahlevi Lontoh mengatakan, selama penyelenggaraan tanggal 26 Juni - 5 Juli 2026, transaksi ekonomi di seluruh stan pameran diperkirakan mencapai Rp5 miliar.
Baca Juga: Merti Dusun Pesanggrahan kendal, Tradisi Suro yang Bertahan di Tengah Modernisasi
"Jumlah pengunjung sampai menjelang penutupan sekitar 125 ribu orang. Sementara nilai transaksi yang tercatat di seluruh booth kurang lebih Rp5 miliar," ujarnya.
Capaian tersebut menunjukkan peningkatan dibandingkan penyelenggaraan tahun lalu yang mencatat sekitar 100 ribu pengunjung.
Perhitungan jumlah pengunjung dilakukan berdasarkan beberapa indikator, di antaranya jumlah kendaraan di area parkir, penjualan tiket masuk, hingga data transaksi.
Baca Juga: Tolak Hoaks dan Provokasi, Mantan Petinggi JI Ajak Masyarakat Indonesia Jaga Persatuan
Namun demikian, tidak semua pengunjung dapat terdata melalui indikator tersebut. Dikarenakan, sebagian datang menggunakan transportasi daring.
"Kami menghitung berdasarkan parkir, tiket masuk, dan transaksi. Tetapi ada juga pengunjung yang datang menggunakan taksi online sehingga tidak masuk dalam data parkir. Selain itu, ada sejumlah kegiatan yang dapat diakses secara gratis," jelasnya.
Sementara itu, Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen mengapresiasi penyelenggaraan Jateng Fair 2026.
Perjuangan pemerintah, stakeholder dan direksi, baik yang lama ataupun sudah purna telah membuat kepercayaan masyarakat berkunjung ke PRPP.
"Kita doakan bahwa saat ini kita memang baru menata PRPP untuk menjadi destinasi yang seksi kembali. Urusan lahan alhamdulillah sudah clear, sudah kita kuasai, sudah dikembalikan kembali ke pemerintah Jawa Tengah dan saat ini tahapannya adalah memang memberikan kepercayaan kepada masyarakat, investor untuk datang ke PRPP," ujarnya.
Taj Yasin berharap proses kerja sama dan pengembangan kawasan dapat segera rampung sehingga pembangunan PRPP bisa segera dimulai.
"Kami berharap pada 2027, atau syukur-syukur bisa lebih cepat, seluruh prosesnya sudah selesai sehingga pembangunan PRPP dapat segera dirasakan manfaatnya.


