Wagub Jateng Dihadang Mahasiswa UNS, Dialog Terbuka Berakhir Lega

Rabu, 11 Maret 2026 | 10.50
puskapik

Belasan mahasiswa Universitas Sebelas Maret menghadang Taj Yasin Maimoen usai kuliah Ramadan, menyampaikan aspirasi soal kemiskinan, integritas.

SURAKARTA, puskapik.com – Belasan mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta sempat menghadang Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, usai mengisi Kuliah Ramadan jelang berbuka puasa di Masjid Nurul Huda UNS, Selasa, 10 Maret 2026.

Dengan membawa spanduk bertuliskan “Jateng Darurat Integritas”, para mahasiswa menyampaikan sejumlah aspirasi secara langsung kepada Wagub yang akrab disapa Gus Yasin tersebut.

Mereka menyoroti isu kemiskinan, integritas pemerintahan, hingga realisasi sejumlah program pembangunan di Jawa Tengah.

Baca Juga: Truk Tronton Mundur Tak Terkendali di Pantura Batang, Sopir Tewas Terlindas Kendaraannya Sendiri

Alih-alih berlalu, Taj Yasin memilih berhenti dan berdialog dengan para mahasiswa. Dalam kesempatan itu, ia menjelaskan berbagai program yang tengah dijalankan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk membantu masyarakat, terutama kelompok kurang mampu.

Salah satunya terkait penyelesaian ijazah siswa yang masih ditahan di sekolah swasta karena tunggakan biaya pendidikan.

“Kami memberikan program untuk masyarakat yang tidak mampu, yang saat ini masih ada kendala ijazahnya ditahan di sekolah-sekolah swasta karena belum bisa membayar. Ini akan kami selesaikan,” ujar Taj Yasin di depan mahasiswa.

Baca Juga: Bermitra dengan Media, Ahmad Luthfi Wujudkan Keterbukaan Informasi Publik

Selain itu, Pemprov Jateng juga terus memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat kurang mampu agar tetap dapat memperoleh pelayanan medis.

Dalam dialog tersebut, mahasiswa juga menanyakan perkembangan program satu rumah untuk satu kepala keluarga (KK), yang menjadi salah satu program pemerintah daerah.

Menanggapi hal itu, Taj Yasin menjelaskan bahwa program tersebut masih berjalan secara bertahap, menyesuaikan dengan kondisi ketersediaan lahan.

Menurutnya, pemerintah memiliki beberapa skema untuk merealisasikan program tersebut. Termasuk membantu pembangunan rumah bagi warga yang sudah memiliki lahan tetapi belum mampu membangun rumah.

“Kalau masyarakat sudah punya lahan tetapi belum bisa membangun rumah, itu kita bangunkan. Sementara bagi yang belum punya lahan, kita dorong melalui berbagai program penanganan backlog perumahan,” jelasnya.

Ia menambahkan, sebagian target program perumahan telah berjalan, sementara sebagian lainnya masih terkendala kondisi lahan yang harus dipastikan aman untuk pembangunan.

Untuk itu, Pemprov Jateng menggandeng tim ahli dari Universitas Diponegoro dan Universitas Gadjah Mada guna melakukan kajian teknis.

Halaman 1 dari 2

Artikel Terkait