Wagub Jateng Dorong Alumni Alste Sumbang Pemikiran dan Konstribusi Kemajuan Jawa Tengah

Sabtu, 18 April 2026 | 20.34

Wagub Taj Yasin Maimoen dorong alumni Alste berkontribusi bagi kemajuan Jawa Tengah lewat ide, inovasi, dan sinergi pembangunan daerah.

SEMARANG, puskapik.com - Pembangunan di Jawa Tengah membutuhkan kontribusi dari berbagai pihak. Terutama para pemikir yang dapat melahirkan strategi agar Jawa Tengah semakin maju.

"Salah satunya dengan merajut kembali para alumni sekolah lintas generasi untuk mewujudkan visi dan misi pembangunan daerah. Semakin terkoneksi akan banyak program pemerintah pusat yang dihadirkan di Jawa Tengah, sehingga Jateng semakin maju," kata Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maemoen, mewakili Gubernur Ahmad Luthfi, saat membuka Rapat Kerja Nasional Alste Indonesia, Sabtu, 18 April 2026, di Wisma Perdamaian.

Alste adalah organisasi alumni SMA Negeri 3 Semarang. Organisasi lintas angkatan ini berkomitmen untuk berbakti, menyumbangkan tenaga dan pikiran untuk kemajuan bangsa.

Rakernas Alste, kata Gus Yasin, sapaan akrabnya, diharapkan akan muncul program yang luar biasa. Melalui andil para almuni SMA dari Jawa Tengah, akan semakin banyak kemajuan yang dirasakan masyarakat.

Gus Yasin memberikan apresiasi kepada para alumni yang aktif dalam organisasi alumni pendidikan. Menurutnya, tanpa adanya pendidikan tidak mungkin negara ini bisa maju. Tanpa adanya pendidikan negara ini tidak bisa bertahan.

Apresiasi juga diberikan atas peluncuran aplikasi Go Alste. Aplikasi ini berisi sharing kegiatan, informasi, serta wirausaha yang tergabung dalam Alste Indonesia, dari semua lintas angkatan.

"Apalagi tadi ada program bagaimana menumbuhkan pembangunan bangsa ini mulai dari real estatenya. Jika bicara perumahan, bukan hanya tentang mengembangkan perumahan yang nyaman akan tetapi juga perumahan yang efisien," ujarnya.

Melalui sentuhan para alumni, diharapkan semakin banyak kemajuan bagi pembangunan Jawa Tengah. Sebagai contoh, Kota Semarang, yang saat ini menjadi destinasi wisata dengan ikon Kota Lama.

Saat ini sudah tidak ada pemandangan kabel karena sudah menggunakan sistem tanam. Model ini juga sudah mulai diikuti oleh beberapa daerah, antara lain Purwokerto.

"Harapan kami juga nantinya bisa menular di Kabupaten Kota di Jawa Tengah ada 35 kabupaten," kata Gus Yasin.

Halaman 1 dari 2

Artikel Terkait