Wagub Jateng Tekankan Penguatan Keterampilan Menulis bagi Santri

Taj Yasin Maimoen dorong santri kuasai menulis dan jurnalistik lewat Gerakan Santri Menulis guna tangkal hoaks di era digital.
SEMARANG, puskapik.com – Di era digital saat ini, kalangan santri dituntut memiliki kemampuan menulis guna merespons derasnya arus informasi yang terus berkembang. Keterampilan tersebut juga penting untuk memperkuat praktik jurnalistik yang menghasilkan berita dan tulisan secara bertanggung jawab.
Hal itu disampaikan Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen usai menerima audiensi Gerakan Santri Menulis di Ruang Kerja Wakil Gubernur, Senin, 23 Februari 2026.
"Jadi, kalau pesantren diajak untuk melaksanakan pelatihan ini, saya rasa sudah benar. Karena di pesantren sudah ada pembelajaran terkait pertanggungjawaban keabsahan tulisan yang sangat ketat, seperti kalau kita bicara tentang riwayat hadis, matan hadis dan sebagainya," katanya.
Baca Juga: Naik Loader di Pantai Jodo, Ahmad Luthfi–Taj Yasin Pimpin Gerakan Jateng ASRI di 35 Daerah
Gus Yasin menambahkan, sekarang media sudah bermacam platform. Ditambah lagi perkembangan teknologi melalui Artifical Intellegence (AI) yang bisa disalahgunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.
Dia katakan, pelatihan jurnalistik sejalan dengan upaya mencegah hoaks di tengah masyarakat. Di dalamnya, diajarkan kode etik, serta aturan jurnalistik yang harus ditaati. Sebagaimana membangun negara, dimulai dengan memberikan penjelasan yang baik dan tidak dibawa ke ranah yang tidak semestinya.
"Tantangan kita di era perkembangan media adalah meluruskan pemberitaan yang di situ ada pertanggungjawaban, kode etik dan lain sebagainya," kata Gus Yasin, sapaan akrabnya.
Wagub menambahkan, Gerakan Santri Menulis (GSM) akan mendukung Program Gubernur Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin, yaitu Pesantren Obah. Program ini membuka peluang santri untuk menempuh pendidikan tinggi di dalam dan luar negeri melalui beasiswa.
"Dalam program Pesantren Obah di dalamnya ada penulisan bagi mahasiswa baik S1, S2, maupun S3. Melalui pelatihan ini akan membantu santri agar terbiasa dengan penulisan," kata Gus Yasin.
Gerakan Santri Menulis (GSM) merupakan bentuk Sarasehan Jurnalistik dan Literasi Media yang diinisiasi oleh Suara Merdeka, sejak tahun 1994. Pada tahun ini, gerakan tersebut sudah berlangsung tepat 32 tahun.


