7 Solusi Sapih Minim Trauma Payudara

Rabu, 4 Februari 2026 | 17.07 WIB
Dyah Renaningtyas, Amd. Keb
Dyah Renaningtyas, Amd. Keb

Tujuh solusi menyapih minim trauma payudara, bantu ibu menyusui cegah bengkak, nyeri, hingga mastitis selama proses sapih.

Oleh : Dyah Renaningtyas, Amd. Keb

“Ketika waktu menyusui dianggap sudah cukup. Ibu menyusui akan berusaha untuk menyapih anak dengan berbagai cara. Namun, seringkali dilupakan adalah bagaimana ketika menyapih anak, payudara ibu tidak terasa sakit karena penuh. Simak tips berikut supaya ibu menyapih dengan nyaman dan minim nyeri.”

Beberapa Ibu menyusui mengalami berbagai kendala saat menyapih. Anak yang belum bisa disapih. Anak tantrum saat disapih, akhirnya luluh untuk disusukan kembali.

Namun, yang sering terlupakan adalah kondisi ibu itu sendiri. Ya, bagaimana dengan ibunya? Ibu menyapih yang terlalu awal saat anak usia belum 2 tahun atau lebih dari 2 tahun dengan ASI yang masih produktif, seringkali akan mengalami bengkak payudara. Hal ini akan membuat nyeri pada payudara.

Baca Juga: Jangan Skip! 5 Manfaat Brotowali Ini Jarang Diketahui Banyak Orang

“Lalu bagaimana agar saya bisa menyapih tanpa trauma?”

Ibu tenang saja, ada berbagai cara untuk mengatasi payudara yang sakit saat mulai menyapih. Perlu di ingat adalah ibu harus bisa melakukan ini secara rutin dan sabar.

Dengan harapan solusi berikut ini bisa membantu ibu agar bisa menyapih tanpa trauma nyeri yang disebabkan bengkak berasal dari aliran ASI tersumbat.

Solusi mengatasi bengkak hingga nyeri saat Menyapih

Keputusan menyapih diambil bukanlah keputusan yang mudah. Mengingat dampak yang bisa terjadi dari menyapih pada payudara seorang ibu. Yang paling sering adalah bengkak.

Baca Juga: Nggak Perlu Skincare Mahal, Manggis Jepang Bantu Kulit Tetap Sehat

Bengkak payudara ini bisa terjadi karena produksi ASI yang masih berjalan normal tidak lagi dikeluarkan, dia terbendung, dan menumpuk.

Saat masih menyusui, ASI terus di produksi. Semakin dikeluarkan baik dengan menyusukan langsung atau perah ASI, maka payudara memberi sinyal pada dua hormon utama yakni prolactin dan oksitosin.

Nah, saat ibu mulai berhenti menyusukan, tidak serta merta produksi itu terhenti, produksi tetap berjalan, aliran itu masih tetap terisi, sehingga bisa menyebabkan aliran tersumbat.

Sumbatan inilah yang menyebabkan bengkak pada payudara hingga menimbulkan rasa nyeri atau tidak nyaman pada payudara Ibu.

Tidak hanya bengkak dan nyeri ya bu, terkadang ada beberapa yang sampai mengalami mastitis (peradangan) hingga demam.

Mastitis yang sampai demam timbul karena bengkak tidak ditangani seawal mungkin saat mulai menyapih. Maka dari itu sebelum menyapih sebaiknya ibu cari tau bagaimana menyapih yang nyaman. ibu lakukan dirumah secara rutin solusi nyaman saat menyapih seperti berikut ini :

1. Tidak berhenti mendadak (gentle weaning)

Jika ibu sudah ada rencana ingin menyapih lakukan perlahan. Sebaiknya tidak mendadak langsung berhenti menyusui. Mulai kurangi menyusui sedikit demi sedikit. Sebisa mungkin dijadwalkan saat menyusu.

Misalkan di minggu pertama, menyusu saat bangun tidur dan akan tidur saja. Minggu berikutnya, susui saat akan tidur saja.

Sebaiknya tidak menyusui saat tengah malam hari, karena hormone prolactin (merangsang produksi asi) bekerja dimalam hari. Minggu-minggu berikutnya mulai berkurang. Lakukan bounding dan sounding pada anak sebaiknya sebelum mulai menyapih. Agar anakpun lebih siap.

2. Tidak membiarkan payudara penuh

Awal-awal menyapih produksi ASI masih aktif, sehingga payudara masih terasa penuh. Dianjurkan ibu tetap lakukan pengurangan ASI.

Hanya dikurangi ya bu, bukan dikosongkan. Karena pengosongan payudara akan semakin memperlancar produksi ASI. Saat Payudara penuh bisa dikurangi dengan dengan alat seperti Pompa ASI atau dengan perah manual. Kurangi volume asi perlahan.

3. Kompres Dingin

Saat payudara mulai terasa tidak nyaman karena bengkak bahkan hingga mastitis. Langkah yang bisa dilakukan adalah kompres dingin.

Kompres dengan kain yang diisi es batu atau kain yang direndam air es. Kompres dingin ini bekerja untuk mempersempit saluran laktiferus pada payudara ibu, sehingga meredakan nyeri dan pembengkakan.

Mengompres dengan air dingin juga tidak hanya untuk payudara nyeri dan bengkak. Hal ini bisa dilakukan bagi ibu menyusui yang mengalami hiperlaktasi (suplai ASI berlebih), bahkan ibu mengalami mastitis (peradangan).

Kompres dingin memiliki cara kerja menyebabkan penyempitan pembuluh darah yang mana bisa mengurangi aliran darah ke payudara sehingga produksi ASI menurun.

4. Massage Payudara (Pijat Payudara)

Pembengkakan biasa terjadi saat awal-awal ibu menyusui mulai menyapih. Selain kompres dingin di atas. Pijat payudara juga bisa dilakukan jika terjadi pembengkakan karena sumbatan-sumbatan.

Lancarkan alirannya dengan cara mandi air hangat, sembari memijat lembut bagian yang terasa keras. Sisir dan tekan payudara dari atas ke arah puting. Setelah dirasa cukup, ibu bisa melakukan kompres dingin kembali.

5. Menggunakan KB

Setelah melahirkan, ibu biasanya akan ditawarkan oleh dokter atau bidan, beberapa jenis KB yang aman untuk ibu menyusui agar tidak mempengaruhi produksi ASI.

Sebenarnya, KB yang aman untuk menyusui banyak jenisnya seperti pil progestin, suntik 3 bulan, implan (susuk) dan beberapa yang lainnya.

Namun, ada beberapa ibu menyusui yang khawatir jika berKB, ASInya menjadi tidak lancer, sehingga memutuskan untuk tidak berKB selama masa menyusui.

Nah, saat ini jika ibu termasuk dalam ibu yang tidak berKB selama menyusui dan saat ini ingin berKB sekaligus ingin menekan produksi ASI, bisa dengan menggunakan KB yang mengandung Hormon Estrogen. Terkait hal ini, silahkan ibu konsultasikan dengan tenaga kesehatan terdekat.

6. Penurun Produksi ASI Alami

Beberapa jenis minuman diyakini mampu membantu menurunkan produksi ASI. Salah satunya minuman herbal. Saat ini orang banyak mengenal dengan istilah herbal teh sage dan teh peppermint.

Teh sage ini berasal dari daun Sage (Salvia Officinalis), sedangkan teh peppermint berasal dari daun peppermint (Mentha Piperita). Keduanya adalah herba aromatic yang masuk dalam golongan keluarga mint (Lamiaceae).

Artinya, teh herbal tersebut mengandung menthol, yang mana mengkonsumsi menthol dalam jumlah besar itu sendiri bisa mempengaruhi tubuh dalam memproduksi prolaktin (hormon yang berfungsi merangsang kelenjar susu untuk memproduksi ASI), sehingga ASI menjadi tidak lancar atau menurun.

7. Minum Obat Pereda Nyeri

Saat payudara ibu mengalami bengkak dan nyeri yang luar biasa hingga mempengaruhi aktifitas ibu, bahkan ibu sampai merasakan demam, maka sebaiknya ibu perlu mengonsumsi obat pereda nyeri seperti paracetamol.

Paracetamol tidak hanya untuk menurunkan demam, fungsi obat ini juga untuk meredakan nyeri. Paracetamol merupakan obat yang sering direkomendasikan dokter untuk nyeri atau demam pada ibu menyusui. Karena kandungan obat yang masuk ke ASI terbukti lebih sedikit.

Konsumsi paracetamol tidak menurunkan produksi ASI. Jadi bisa dikatakan paracetamol aman untuk ibu menyusui.

Jika ibu ingin mengonsumsi, dosis yang disarankan yakni 1 tablet 500gr paracetamol murni 2-3 kali sehari dengan jarak paling dekat adalah minimal 4-6 jam, setelah konsumsi yang pertama.

Pilihlah obat yang mengandung paracetamol murni (berdiri sendiri) bukan paracetamol yang terdapat pada obat flu atau batuk.

Jika 2-3 hari nyeri dan demam tidak kunjung sembuh, sebaiknya ibu perlu konsultasi langsung dengan tenaga kesehatan.

Nah, semoga solusi tersebut bisa dilakukan di rumah. Asalkan ibu bisa lakukan secara rutin dan sabar, nyeri dan bengkak, bahkan demam semoga bisa diminimalisir atau bahkan bisa dihindari.

Namun, jika cara-cara diatas sudah dilakukan dan ibu tetap merasakan kendala menyapih atau bengkak , nyeri hingga demam tak kunjung pulih, ibu bisa segera konsultasikan ke Bidan, Dokter atau konselor laktasi. **

Artikel Terkait