Pramuka Didorong Tak Hanya Belajar, Sukirman: Harus Mampu Mencipta dan Memecahkan Masalah

Jumat, 14 Agustus 2026 | 12.27
puskapik

Plt Bupati Pekalongan Sukirman memimpin Upacara Hari Pramuka ke-65 sekaligus menutup Raimuna Cabang IX. Pramuka didorong mencetak generasi mandiri dan berkarakter.

PEKALONGAN, puskapik.com – Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Pekalongan, H. Sukirman, S.S., M.H., menjadi pembina Upacara Peringatan Hari Pramuka ke-65 Tahun 2026 yang digelar di Lapangan Desa Kulu, Kecamatan Karanganyar, Jumat (14/08/2026).

Kegiatan tersebut sekaligus menjadi penutupan Perkemahan Raimuna Cabang IX Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kabupaten Pekalongan.

Upacara tersebut dihadiri Ketua Kwarcab Kabupaten Pekalongan yang juga Sekretaris Daerah Kabupaten Pekalongan, Dr. H. M. Yulian Akbar, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) atau yang mewakili selaku anggota Mabicap, Kepala Kementerian Agama Kabupaten Pekalongan, para Asisten dan Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Forkopimcam Karanganyar selaku Mabiran, serta para peserta Raimuna Cabang IX yang terdiri atas Pramuka Penegak, Pandega dan para pembina.

Baca Juga: Sambut HUT RI, Koramil dan Polsek Kaliwungu Gotong Royong Rawat Makam Pahlawan Hizbullah

Dalam upacara tersebut, Plt. Bupati Sukirman membacakan amanat Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka pada Upacara Peringatan Hari Pramuka ke-65 Tahun 2026.

Dalam amanat tersebut disampaikan bahwa nilai-nilai Trisatya dan Dasa Darma yang menjadi pedoman hidup anggota Pramuka terbukti mampu membentuk pribadi yang tangguh dalam menghadapi berbagai perubahan zaman.

“Hari Pramuka bukan hanya sekadar peringatan seremonial tahunan, melainkan sebuah momentum untuk dapat memperkuat komitmen bersama dalam membangun karakter bangsa sebagai fondasi utama menuju Indonesia Emas yang semakin maju, berdaulat, dan bermartabat, serta sejahtera,” demikian amanat yang dibacakan Sukirman.

Baca Juga: Bupati Tegal Kukuhkan 37 Calon Anggota Paskibraka Kabupaten Tegal, Apa Saja Pesannya?

Hari Pramuka ke-65 dan Jambore Nasional ke-12 Tahun 2026 mengusung tema “Berkreasi, Berinovasi, Terampil, dan Mandiri untuk Mendukung Swasembada Pangan.” Tema tersebut menjadi wujud komitmen Gerakan Pramuka dalam mendukung Asta Cita kedua Pemerintah Republik Indonesia mengenai swasembada pangan, energi, dan air sebagai bagian dari penguatan ketahanan serta kemandirian nasional.

Menurut amanat tersebut, swasembada pangan tidak hanya berkaitan dengan kegiatan tanam-menanam. Di dalamnya terdapat aspek pendidikan, keterampilan, teknologi, kewirausahaan, pengelolaan sumber daya, serta kesiapan generasi muda untuk mengenal dan ikut menyelesaikan berbagai persoalan nyata di lingkungan sekitarnya.

“Melalui pendidikan kepramukaan, kami berupaya menumbuhkan budaya produktif, rasa cinta terhadap pertanian, peternakan, perikanan, perkebunan, dan kepedulian terhadap lingkungan, pemanfaatan teknologi tepat guna, serta semangat kewirausahaan sejak usia muda,” lanjutnya.

Gerakan Pramuka juga terus mendorong perubahan pola pendidikan dari learning by doing menjadi learning, creating, and solving, yakni belajar, mencipta, sekaligus menyelesaikan persoalan nyata yang dihadapi masyarakat.

Sementara itu, dalam konteks Kabupaten Pekalongan, Sukirman menyampaikan apresiasi kepada Kwarcab Pekalongan yang selama ini terus bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Pekalongan dan seluruh komponen masyarakat dalam mendukung pembangunan serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

“Kami mengucapkan selamat kepada Kwarcab Pekalongan yang telah terus-menerus bahu-membahu bersama Pemerintah Kabupaten Pekalongan dengan seluruh kekuatan komponen bangsa yang ada, melakukan pembangunan, memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat Kabupaten Pekalongan, menciptakan generasi-generasi tangguh, menciptakan kader-kader pemimpin yang berasal dari Kwarcab Pekalongan,” ujarnya.

Menurutnya, sinergitas antara Gerakan Pramuka dan Pemerintah Kabupaten Pekalongan merupakan hal yang membanggakan dan harus terus dipertahankan.

Halaman 1 dari 2

Artikel Terkait