Sisir Wilayah Rawan Karhutla, Polres Pekalongan Gelar Patroli Gabungan

Sebanyak 42 personel gabungan patroli wilayah rawan karhutla di Kabupaten Pekalongan. Petugas mengedukasi warga dan memastikan tidak ada titik api selama musim kemarau.
PEKALONGAN, puskapik.com - Mencegah potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di musim kemarau, tim gabungan skala besar yang dimotori Polres Pekalongan menggelar patroli pencegahan intensif. Sebanyak 42 personel gabungan diterjunkan menyisir wilayah-wilayah rawan di Kabupaten Pekalongan.
Patroli sinergis ini melibatkan unsur lintas instansi, mulai dari Sat Samapta Polres Pekalongan, Polsek Kesesi, Polsek Kajen, Kodim 0710 Pekalongan, Perhutani KPH Pekalongan Timur, Damkar, Satpol PP, hingga BPBD Kabupaten Pekalongan.
Rute patroli menempuh jalur darat yang cukup panjang dan menantang, dimulai dari Mapolsek Kajen, melintasi Jalan Raya Kesesi, Desa Brondong, Desa Windurojo, Desa Lambur, hingga kawasan objek wisata Watu Ireng di Kecamatan Kandangserang, sebelum akhirnya kembali ke Mapolres Pekalongan.
Baca Juga: DPD LDII Kabupaten Pemalang Salurkan 110.000.Liter Air Bersih untuk Warga Dua Kecamatan
Kasat Samapta Polres Pekalongan, AKP Suhadi, S.H., menyampaikan bahwa kegiatan ini difokuskan pada pemantauan titik rawan, edukasi langsung ke masyarakat, serta deteksi dini potensi munculnya titik api (hotspot).
"Hari ini kita menerjunkan 42 personel gabungan dari TNI, Polri, Perhutani, Damkar, Satpol PP, dan BPBD untuk melaksanakan patroli pencegahan karhutla. Langkah preventif ini sangat krusial untuk memastikan wilayah hukum Polres Pekalongan tetap aman dari ancaman kebakaran hutan maupun lahan di musim kemarau," ujar AKP Suhadi usai memimpin kegiatan patrol.
Di beberapa titik krusial, petugas menyempatkan diri berdialog langsung dengan warga. Seperti di Dukuh Bantul, Desa Kesesi, tim memberikan imbauan tegas agar warga tidak membuka atau membersihkan lahan pertanian dengan cara dibakar.
Sementara di kawasan objek wisata Watu Ireng Desa Lambur, petugas menyisir area sekitar guna memastikan tidak ada aktivitas pembakaran sampah maupun gesekan lahan kering.
AKP Suhadi juga mengimbau warga untuk memanfaatkan layanan cepat kepolisian jika mendeteksi adanya kebakaran.
"Kami juga mengedukasi masyarakat mengenai bahaya karhutla serta mensosialisasikan layanan Call Center Polri 110. Jika warga melihat ada titik api atau kebakaran hutan dan lahan di sekitarnya, segera laporkan agar bisa dengan cepat kami tindak lanjuti," pungkasnya.
Berdasarkan pemantauan di sepanjang rute patroli, petugas tidak menemukan adanya titik api maupun kejadian kebakaran lahan. Situasi di seluruh wilayah rawan yang disisir dipastikan dalam keadaan aman dan kondusif.


