Sulap Limbah Cangkang Telur Jadi Cuan, Mahasiswa KKN Unikal Edukasi Warga Wonopringgo

Senin, 5 Januari 2026 | 16.14
Sulap Limbah Cangkang Telur Jadi Cuan, Mahasiswa KKN Unikal Edukasi Warga Wonopringgo

Mahasiswa KKN Unikal mengolah limbah cangkang telur jadi pupuk ramah lingkungan untuk mendorong ekonomi kreatif warga Wonopringgo.

PEKALONGAN, puskapik.com – Limbah cangkang telur yang selama ini kerap dibuang dan dianggap tak bernilai, kini disulap menjadi peluang ekonomi bagi warga.

Kelompok Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Pekalongan (Unikal) menggelar sosialisasi optimalisasi limbah cangkang telur untuk meningkatkan kesadaran lingkungan sekaligus membuka peluang penghasilan, di Dukuh Cempreng RT 10, Desa Wonopringgo, Kecamatan Wonopringgo, Kabupaten Pekalongan.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program pengabdian masyarakat berbasis potensi desa yang diusung mahasiswa KKN Unikal tahun 2025.

Baca Juga: Netizen Ramai Bela Satpol PP dalam Penertiban Angkringan di City Walk Pemalang

Melalui program tersebut, mahasiswa mendorong masyarakat agar lebih peduli terhadap pengelolaan limbah rumah tangga sekaligus mengembangkan ekonomi kreatif berbasis lingkungan.

Kabupaten Pekalongan sebagai salah satu simpul ekonomi strategis di pesisir utara Jawa Tengah dihadapkan pada tantangan lingkungan yang semakin kompleks.

Pertumbuhan penduduk serta maraknya usaha kuliner dan industri rumah tangga menyebabkan volume sampah terus meningkat.

Namun, perhatian selama ini lebih banyak tertuju pada sampah plastik dan limbah industri, sementara limbah organik seperti cangkang telur kerap terabaikan.

Baca Juga: Persibat Batang Matangkan Kekompakan Tim Sebelum Berlaga

Melihat kondisi tersebut, mahasiswa KKN Unikal menghadirkan inovasi dengan mengolah limbah cangkang telur menjadi pupuk organik bernama “Pucanglur”, yang dikembangkan dalam dua varian, yakni pupuk bubuk dan pupuk cair.

Inovasi ini lahir dari hasil observasi lapangan selama pelaksanaan KKN di Desa Wonopringgo, yang memiliki potensi besar pada sektor kuliner seperti produksi nasi goreng dan jajanan pasar, namun belum diimbangi dengan pengelolaan limbah yang optimal.

Ketua Kelompok KKN Unikal, Iqbal Maulana Aziz, mengatakan bahwa program ini dirancang agar mudah diterapkan oleh masyarakat dan berkelanjutan.

“Cangkang telur selama ini hanya dibuang, padahal memiliki kandungan kalsium yang sangat baik untuk tanaman. Kami ingin masyarakat melihat bahwa limbah rumah tangga seperti ini punya nilai guna sekaligus nilai ekonomi,” ujar Iqbal.

Baca Juga: Bupati Batang, Tekankan Peningkatan Kinerja dan Solidaritas ASN

Sosialisasi ini diikuti warga Dukuh Cempreng RT 10 dengan antusias. Selain mendapatkan materi, warga juga diajak praktik langsung pengolahan limbah cangkang telur, mulai dari pembersihan, pengeringan, penumbukan hingga halus, hingga pencampuran dengan perasan jeruk nipis untuk menghasilkan pupuk cair.

Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Warga aktif bertanya dan terlibat langsung dalam setiap tahapan pengolahan, menandakan ketertarikan untuk menerapkan inovasi tersebut dalam kehidupan sehari-hari.

Iqbal berharap, kegiatan ini tidak berhenti sebagai sosialisasi semata, tetapi mampu menggerakkan kesadaran kolektif masyarakat Desa Wonopringgo.

“Kami berharap setelah ini warga bisa mengembangkan pemanfaatan limbah cangkang telur, tidak hanya untuk kebutuhan pertanian sendiri, tetapi juga sebagai peluang usaha yang dapat menambah penghasilan,” pungkasnya **

Artikel Terkait