Cegah Kebakaran, Relawan SPPG Kebondalem 02 Pemalang Dilatih Tangani Api

Sabtu, 8 Agustus 2026 | 13.33
puskapik

SPPG Kebondalem 02 Pemalang melatih puluhan relawan bersama Damkar untuk mencegah dan menangani kebakaran di dapur MBG yang memproduksi 2.500 porsi per hari.

PEMALANG, puskapik.com – Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi titik yang rentan terhadap kebakaran, lantaran aktivitas mereka memasak makanan setiap hari bersinggungan langsung dengan api.

Kondisi itu mendorong Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kebondalem 02 Pemalang meningkatkan kesiapsiagaan relawannya untuk mencegah sekaligus menangani kebakaran saat terjadi keadaan darurat.

Pelatihan pencegahan dan penanganan kebakaran digelar di halaman Dapur SPPG Kebondalem 02 Pemalang, Jalan Markisa, kompleks Pesantren Al-Manar, Kelurahan Kebondalem, Kabupaten Pemalang, Sabtu 8 Agustus 2026, pagi.

Baca Juga: PN Magetan Gelar Donor Darah Wujud Nyata Kepedulian Sosial

Puluhan relawan SPPG Kebondalem 02 Pemalang mengikuti pelatihan yang diberikan langsung oleh petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Pemalang. Mereka diberi materi sekaligus praktik pencegahan kebakaran.

Para relawan diajari sejumlah teknik pemadaman api, mulai dari cara sederhana menggunakan kain basah hingga penggunaan alat pemadam api ringan (APAR).

Kepala SPPG Kebondalem 02 Pemalang, Rifqi Fauzi Farhansyah, mengatakan pelatihan tersebut merupakan inisiatif pihaknya untuk meningkatkan kesiapsiagaan para relawan terhadap potensi kebakaran.

Baca Juga: Jateng Tuan Rumah Muktamar Tapak Suci, Ahmad Luthfi Dorong Pencak Silat Jadi Penguat Persatuan Bangsa

"Kita latih relawan agar bisa melakukan pencegahan kebakaran, dan bilamana terjadi situasi darurat kebakaran mereka bisa memadamkan api itu." terang Rifqi Fauzi Farhansyah.

"Kita undang Damkar Pemalang untuk latih teman-teman relawan disini, agar mereka bisa mendapat pemahaman langsung dari petugas yang profesional di bidangnya." imbuhnya.

Menurut Rifqi, aktivitas di dapur SPPG Kebondalem 02 Pemalang berlangsung setiap hari dengan jumlah produksi yang cukup besar. Dalam sehari, dapurnya memproduksi sekitar 2.500 porsi makanan MBG setiap hari.

"Kita setiap hari mulai masak dari jam-jam dini hari, lanjut pemorsian, lalu di distribusikan. Jadi memang aktivitasnya padat sekali dan bersinggungan dengan api." ungkapnya.

Sementara itu, petugas Damkar Pemalang, Jenny Liliana, mengatakan, pelatihan pencegahan dan penanganan kebakaran penting dilakukan karena para relawan SPPG bekerja di lingkungan yang bersinggungan langsung dengan api.

"Ya, sangat penting karena pekerjaannya bersinggungan langsung dengan api di dapur, banyak potensi-potensi terjadinya kebakaran, baik dari kompor, regulator, maupun tabung gas," kata Jenny.

Halaman 1 dari 2

Artikel Terkait