Inilah Niat Zakat Fitrah : Doa, Tata Cara dan Waktu Terbaik

Jumat, 20 Maret 2026 | 21.10 WIB
Berasa zakat fitrah
Beras zakat fitrah

Panduan niat, doa, tata cara, dan waktu terbaik zakat fitrah, termasuk ketentuan untuk anak dan penerima yang berhak jelang Idulfitri.

PEMALANG, puskapik.com - Malam ini gema takbir mengumandang di seantero wilayah Kabupaten Pemalang.

Bagi muslimin dan muslimat ada satu kewajiban yang harus kita tunaikan, yaitu zakat fitrah. Bagi yang belum berzakat fitrah, inilah Niat, doa, tata cara dan waktu terbaik.

Dilansir dari tentang anak, hukum dan kewajiban zakat fitrah bagi anak. Dalam Islam, zakat fitrah wajib bagi setiap Muslim, termasuk anak-anak.

Namun, karena mereka belum bisa membayarnya sendiri, maka sebagai orang tua wajib menunaikannya atas nama mereka.

Baca Juga: Malam Takbiran, Ahmad Luthfi Bagikan 4 Ton Zakat ke 2.000 Mustahik

Apakah Janin dalam Kandungan Juga Wajib Zakat Fitrah?

Menurut mazhab Syafi’i, seorang anak hanya wajib dizakati jika ia lahir sebelum matahari terbenam di akhir Ramadan. Jika bayi lahir setelah masuk 1 Syawal, maka tidak wajib membayar zakat fitrah.

Jadi, janin yang masih dalam kandungan tidak perlu dibayarkan zakat fitrahnya, tetapi jika ingin mengeluarkan sedekah atas nama janin, itu tetap boleh dan berpahala.

Baca Juga: Langkah Besar Bahlil: Dari Blok Masela hingga Nuklir Rendah Karbon

Tata Cara Membayar Zakat Fitrah untuk Anak

1. Takaran dan Jenis Zakat Fitrah

Zakat fitrah dikeluarkan dalam bentuk makanan pokok sebanyak satu sha' atau sekitar 2,5 - 3 kg beras, gandum, atau makanan pokok lainnya yang biasa dikonsumsi di daerah masing-masing.

2. Waktu yang Tepat untuk Membayar Zakat Fitrah

Zakat fitrah memiliki beberapa ketentuan waktu. Wajib seseorang masih hidup hingga akhir Ramadan dan awal Syawal. Paling utama setelah Subuh hingga sebelum salat Idul Fitri. Dibolehkan sejak awal Ramadan. Makruh setelah salat Idul Fitri hingga sebelum matahari terbenam, dan haran stelah Hari Raya Idul Fitri tanpa alasan yang sah.

3. Siapa yang Berhak Menerima Zakat Fitrah?

Zakat fitrah harus diberikan kepada mereka yang berhak menerimanya, yaitu delapan golongan (mustahiq) yang disebut dalam Al-Qur’an (QS. At-Taubah: 60), di antaranya: Fakir (tidak punya harta sama sekali), Miskin (punya penghasilan, tapi tidak cukup), Amil (pengurus zakat), Mualaf (baru masuk Islam), Riqab (budak yang ingin merdeka), Gharim (orang yang berutang), Fisabilillah (berjuang di jalan Allah), dan Ibnu Sabil (musafir yang kehabisan bekal)

Jadi, pastikan memberikan zakat kepada mereka yang benar-benar membutuhkan.

Niat Zakat Fitrah untuk Anak

Niat adalah hal utama dalam zakat fitrah. Walaupun niat cukup dalam hati, ada baiknya jika dilafalkan agar lebih jelas. Berikut beberapa contoh niat zakat fitrah:

1. Niat Zakat Fitrah untuk Diri Sendiri

Nawaitu an ukhrija zakatal fithri 'an nafsii fardhan lillaahi ta'aalaa

"Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk diriku sendiri, fardhu karena Allah Ta‘ala."

2. Niat Zakat Fitrah untuk diri sendiri dan keluarga

Nawaitu an ukhrija zakatal fithri 'annii wa 'an jamii'i maa talzamunii nafaqaatuhum syar'an fardhan lillaahi ta'aalaa.

"Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk anak laki-lakiku (sebut nama), fardhu karena Allah Ta‘ala."

Doa bagi Penerima Zakat

Jika memberikan zakat fitrah, maka penerimanya disunnahkan untuk mendoakan. Salah satu doa yang bisa dibaca adalah:

Aajarakallahu fiimaa a'thaita, wa baaraka fiimaa abqaita, wa ja'alahu laka thahuuraa.

"Semoga Allah memberikan pahala atas apa yang engkau berikan, memberkahi harta yang masih tersisa, dan menjadikannya sebagai penyucian bagimu."

Zakat fitrah adalah kewajiban bagi setiap Muslim yang mampu, termasuk anak-anak yang masih dalam tanggungan orang tua.

Beberapa hal penting yang perlu diingat:

Zakat fitrah wajib bagi setiap Muslim yang memiliki kelebihan makanan pokok saat Idul Fitri. Orang tua wajib membayarkan zakat fitrah anaknya yang belum baligh.

Janin dalam kandungan tidak wajib dizakati, tetapi boleh disedekahkan atas namanya. Waktu terbaik membayar zakat fitrah adalah sebelum salat Idul Fitri. Harus diberikan kepada mereka yang benar-benar berhak menerimanya (mustahiq).

Semoga dengan memahami niat, tata cara, dan waktu pembayaran zakat fitrah ini, bisa menunaikannya dengan baik dan mendapatkan keberkahan dari Allah SWT. **

Artikel Terkait