Keseruan Festival Sayang Anak di Pemalang, Bupati Ikut Main Egrang

Kamis, 23 Juli 2026 | 22.35
puskapik

Ribuan anak meriahkan Festival Sayang Anak di Pemalang. Bupati Anom ikut bermain egrang dan menegaskan komitmen perlindungan anak serta pemenuhan hak-hak mereka.

PEMALANG, puskapik.com – Ribuan anak memadati Alun-alun Kabupaten Pemalang untuk meramaikan Festival Sayang Anak yang menjadi puncak peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 tingkat Kabupaten Pemalang, Kamis 23 Juli 2026.

Kegiatan bertema "Sayang Anak, Lindungi Anak, Bangun Masa Depan" itu menjadi wujud komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat perlindungan sekaligus pemenuhan hak-hak anak.

Suasana meriah sudah terasa sebelum acara resmi dibuka. Bupati Pemalang, Anom Widiyantoro, bersama Sekretaris Daerah Bagus Sutopo, Wakil Ketua DPRD Aris Ismail, dan siswa SDN 01 Pelutan ikut bermain egrang.

Baca Juga: Sekolah Nyaris Roboh di Grobogan Dipastikan Direvitalisasi, Pemprov Jateng: Dana Cair Agustus

Di sisi lain, Ketua TP PKK Kabupaten Pemalang dr. Noor Faizah Maenofie bersama siswa SDN 02 Kebondalem memeriahkan kegiatan melalui permainan bakiak.

Festival tersebut dihadiri jajaran Forkopimda, kepala organisasi perangkat daerah, para pemangku kepentingan, serta ribuan peserta dari jenjang PAUD hingga SMA.

Dalam sambutannya, Bupati Anom Widiyantoro menegaskan, Hari Anak Nasional bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum untuk memperkuat kepedulian masyarakat terhadap masa depan anak-anak.

Baca Juga: Pemkab Tabalong dan ULM Banjarmasin Studi Banding di PSKDU Undip Batang

"Anak-anak merupakan amanah dan tunas bangsa. Sudah menjadi kewajiban negara, pemerintah, keluarga, dan masyarakat untuk memastikan mereka tumbuh sehat, cerdas, kuat, berkarakter serta berprestasi," ujarnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya memberikan perlindungan kepada anak dari berbagai ancaman, mulai dari dampak negatif perkembangan teknologi digital, kekerasan, hingga diskriminasi.

Selain itu, setiap anak harus mendapatkan akses pendidikan yang layak dan lingkungan yang aman untuk tumbuh dan berkembang.

Sebagai bentuk komitmen tersebut, Pemerintah Kabupaten Pemalang terus memperkuat layanan perlindungan anak melalui Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga), layanan konseling keluarga, serta pendampingan psikologis.

Bahkan pemerintah juga menyediakan Rumah Perlindungan Perempuan dan Anak (RPPA). Saat ini, layanan RPPA telah tersedia di Kecamatan Ulujami, Comal, Pulosari, dan Randudongkal, dan bakal diperluas ke kecamatan lainnya.

Bupati juga mengungkapkan kebijakan baru yang akan diterapkan pada Sistem Penerimaan Murid Baru Tahun Ajaran 2027/2028. Pemerintah akan menyediakan jalur afirmasi bagi calon murid yang menjadi korban kekerasan agar mereka tetap mengenyam pendidikan.

Halaman 1 dari 2

Artikel Terkait