Temui Massa AMKB, Sekda Pemalang Minta Maaf dan Siap Terima Aspirasi

Aliansi Mahasiswa Kabupaten Pemalang (AMKB) meluapkan kekecewaan terhadap Sekda Bagus Sutopo yang dinilai tidak merespons aspirasi pembentukan Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD).
PEMALANG, puskapik.com – Aliansi Mahasiswa Kabupaten Pemalang (AMKB) meluapkan kekecewaan terhadap Sekretaris Daerah (Sekda) Bagus Sutopo yang dinilai tidak merespons aspirasi pembentukan Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD).
Hal tersebut mencuat dalam aksi unjuk rasa AMKB yang berlangsung di depan Gerbang Pendopo Kompleks Pemerintah Kabupaten Pemalang, Rabu 4 November 2026.
Massa berorasi mengungkapkan kekecewaan mereka kepada Sekda Pemalang, Bagus Sutopo.
Baca Juga: Forum Komunikasi Mitra SPPG Kabupaten Tegal Diresmikan Besok Pagi, Rencana Dihadiri Bupati Tegal
Dalam aksi unjuk rasa itu, Bagus Sutopo turun langsung menemui massa Aliansi Mahasiswa Kabupaten Pemalang.
Bagus sempat mendengarkan orasi-orasi mahasiswa sebelum akhirnya mengajak mereka beraudiensi di Aula Kantor Setda.
Koordinator aksi AMKB, Iqbal Nur Wahid, mengungkapkan, pihaknya kecewa dengan Sekda Pemalang dalam merespons permohonan audiensi Aliansi Mahasiswa Kawal Bullying pada 29 Oktober 2026 lalu terkait pembentukan KPAD.
Saat itu, kata Iqbal, surat permohonan sudah dikirim tiga hari sebelum jadwal yang mereka ajukan.
Mereka bersurat ke Sekda Pemalang, Asisten Bupati Pemalang, dan Kabag Hukum Setda Pemalang.
Namun, Sekda Pemalang justru mendelegasikan Kepala Bakesbangpol Pemalang.
AMKB pun menganggap Sekda Pemalang menyepelekan permohonan audiensi yang mereka ajukan.
"Harusnya kan paling tidak Asisten Bupati atau Kabag Hukum. Kalau dilempar ke Kesbangpol, berarti tandanya bapak (Sekda) menginginkan kita aksi (demo)," kata Iqbal Nur Wahid saat beraudiensi di Aula Setda Pemalang.
Baca Juga: HKN 2026, 15 Anak Kurang Mampu Ikuti Sunatan Massal di RSUD Bumiayu
Menanggapi itu, Bagus Sutopo mengatakan, sejatinya ia sudah siap menerima audiensi Aliansi Mahasiswa Kawal Bullying dan Kepala Bakesbangpol, Djoko Ngatmo untuk berkoordinasi mengenai agenda audiensi tersebut.
Disamping itu, kata Bagus, pada tanggal 29 Oktober 2026 lalu dirinya bersama jajaran Forkopimda Pemalang tengah melaksanakan tugas monitoring dan evaluasi Pilkades Serentak 2026.
"Saya sudah disposisi surat, secara tegas bahwa saya siap menerima, jumlah orangnya berapa, entah itu nanti di Aula Sasana atau Ruang Pojok (Aula Kantor Setda)," terang Bagus Sutopo.
Namun demikian, terjadi miskomunikasi dalam rencana audiensi itu.
Bagus Sutopo pun menyampaikan permohonan maaf atas kesalahpahaman dalam perencanaan audiensi yang diajukan Aliansi Mahasiswa Kawal Bullying tersebut.
"Sekali lagi, saya atas nama pribadi menyampaikan permohonan maaf barangkali ada satu hal yang belum clear dalam penentuan jadwal atau schedule audiensi," ungkap Bagus Sutopo.***
Artikel Terkait

Tangkap 5 Tersangka, Polres Kendal Beberkan Motif Pembunuhan di Bangunan SPPG, Miris Pemicunya Sepele

Forum Komunikasi Mitra SPPG Kabupaten Tegal Diresmikan Besok Pagi, Rencana Dihadiri Bupati Tegal

HKN 2026, 15 Anak Kurang Mampu Ikuti Sunatan Massal di RSUD Bumiayu
