[Editorial] Lelang Jabatan Jangan Terjebak Formalitas, Pilih Figur yang Jawab Tantangan Birokrasi

Lelang jabatan eselon II adalah instrumen reformasi birokrasi yang bertujuan mencari pemimpin berbasis kompetensi, namun masih dalam formalitas politik birokasi.
TEGAL, puskapik.com - Pemerintah Kabupaten Tegal menggelar lelang jabatan untuk mengisi sejumlah pos eselon II yang kosong.
Tahapan kini sudah memasuki seleksi administrasi dengan melibatkan panitia seleksi (pansel).
Puluhan ASN telah melamar sesuai dengan lowongan jabatan yang dibuka dan mereka akan bersaing memperebutkan tiga nama di masing-masing pos jabatan yang nantinya akan dipilih oleh bupati.
Dari tahapan lelang jabatan yang telah dijalankan sejatinya tidak ada yang istimewa dalam lelang jabatan ini karena sudah menjadi rutinitas di mana jabatan strategis dalam pengisiannya menggunakan sistem merit.
Reformasi Birokrasi
Lelang jabatan eselon II adalah instrumen reformasi birokrasi yang bertujuan mencari pemimpin berbasis kompetensi, namun masih dalam jebakan formalitas politik birokasi.
Mengacu pada esensi Meritokrasi adalah memberi kesempatan yang sama bagi ASN yang memenuhi syarat untuk menduduki jabatan stratetegis.
Dengan adanya lelang jabatan ini adalah menghapus pola penunjukan berdasarkan kedekatan atau spoils system dab emastikan pejabat memiliki kapabilitas manajerial dan teknis yang teruji.
Berdasarkan tujuan dari Meritokrasi inilah jangan sampai seleksi terbuka ini hanya menjadi "syarat administrasi".
Karena itu, dalam tahapan seleksi setidak-tidaknya tidak berhenti pada pansel semata, namun juga melibatkan akademisi, tokoh masyarakat, dan unsur independen yang kredibel.
Membuka rekam jejak kandidat agar dinilai langsung oleh masyarakat dan media dan menagih target kerja nyata setelah pejabat terpilih dilantik untuk menjawab persoalan pelayanan masyarakat dan birokrasi pemerintahan yang bermartabat.***