[Editorial] Perketat Pengawasan SPPG, Keracunan Massal MBG di Batang Jadi Alarm

Senin, 28 September 2026 | 11.39 WIB
kasus keracunan MBG di Batang
kasus keracunan MBG di Batang

Jumlah korban dari kejadian itu menyentuh angka 500 orang lebih. Bupati Batang M Faiz Kurniawan menegaskan, Pemkab Batang menjamin pelayanan penanganan darurat

TEGAL, https://puskapik.com - Kasus keracunan dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali terjadi.

Pekan lalu, tepatnya 23 September 2026 lalu terjadi keracunan massal setelah para korban mulai dari anak-anak hingga lansia menyantap menu MBG di Kecamatan Bawang.

Jumlah korban dari kejadian itu menyentuh angka 500 orang lebih. Bupati Batang M Faiz Kurniawan turun langsung menegaskan, Pemkab Batang menjamin pelayanan penanganan darurat dengan membuka seluruh fasilitas kesehatan (faskes) untuk penanganan para korban keracunan MBG.

Tidak itu saja, Pemkab Batang juga melakuan langkah tegas dengan menutup sementara SPPG.

Atensi yang sama datang dari anggota DPR RI Yoyok Riyo Sudibyo yang menghendaki pengawasan lebih ketat tata kelola SPPG, jangan hanya mengejar profit.

Ya, kasus keracunan MBG dari waktu ke waktu terus saja terjadi.

Penerapan SOP

Akar masalahnya tetap pada lemahnya penerapan standar operasional prosedur (SOP), pengawasan higienitas yang longgar, serta distribusi makanan yang tergesa-gesa.

Karena itu, perbaikan dapur dan tata kelola SPPG tak bisa ditawar-tawar lagi. Jangan sampai tujuan dari program MBG yakni pemenuhan gizi anak tidak boleh dikorbankan oleh kelalaian mitigasi risiko kebersihan makanan.

Peran Pemerintah, Badan Gizi Nasional (BGN), dan pengelola dapur di tingkat bawah wajib memperketat kontrol kualitas serta menjatuhkan sanksi tegas bagi pelanggar standar keamanan.

Kita tentu berharap kejadian keracunan MBG di Kabupaten Batang tidak terulang kembali. ***

Artikel Terkait