Anggaran Perubahan APBD Kabupaten Tegal 2026 Turun, Ini Tantangan Buat Bupati Tegal

Dana transfer pusat Kabupaten Tegal turun Rp154,6 miliar dalam Perubahan APBD 2026. Pendapatan daerah ikut menyusut 5,47 persen menjadi Rp2,671 triliun.
SLAWI, puskapik.com - Tahun ini, menjadi tantangan menarik bagi kepala daerah di Indonesia. Pasalnya, dana transfer dari pemerintah pusat kepada daerah berkurang cukup banyak.
Seperti halnya di Kabupaten Tegal yang dana transfernya berkurang Rp154,6 miliar (M) dalam Rancangan Perubahan APBD Kabupaten Tegal tahun anggaran 2026.
Hal itu terungkap dalam Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Tegal agenda Penyampaian Rancangan Perubahan APBD Kabupaten Tegal tahun anggaran 2026, Rabu 2 September 2026.
Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Tegal dipimpin Ketua DPRD Kabupaten Tegal, H Wasbun Jauhara Khalim didampingi 3 wakil pimpinan, KRT Sugono Adinagoro (PDI Perjuangan), Rudi Indrayani (Gerindra) dan Agus Solichin (Golkar).
Baca Juga: Kafilah Jateng Targetkan Juara Umum di MTQ Nasional 2026
Dalam penyampaiannya, Bupati Ischak memaparkan, pendapatan daerah sebelum perubahan Rp2,825 trilyun menjadi Rp2,671 trilyun. Pendapatan daerah mengalami penurunan Rp154,6 miliar atau 5,47 persen.
Kondisi itu dipengaruhi penyusaian perubahan lokasi pendapatan transfer, dan beberapa komponen pendapatan asli daerah (PAD) mengalami penyesuaian berdasarkan evaluasi realisasi semester I tahun 2026.
"Belanja daerah turun Rp122,5 miliar atau 4,14 persen," kata Mas Ischak.
Baca Juga: Gubernur Luthfi Ingin Koperasi Buruh Jadi Jalan Baru Tingkatkan Kesejahteraan Pekerja
Dijelaskan, belanja daerah sebelum perubahan Rp2,960 trilyun menjadi Rp2,837 trilyun atau turun Rp122,5 miliar atau 4,14 persen. Hal itu dikarenakan kemampuan riil keuangan daerah, hasil evaluasi semester I, perubahan pendapatan, pemenuhan belanja wajib dan mengikat, dan prioritas pembangunan yang harus diselesaikan sampai dengan akhir tahun 2026.
"Penerimaan pembiayaan sebelum perubahan Rp136,5 miliar menjadi Rp167 miliar bertambah Rp30,5 miliar atau 22,36 persen," terang Bupati Tegal.
Lebih lanjut dikatakan, peningkatan penerimaan pembiayaan berasal dari Silpa tahun sebelumnya Rp166 miliar dan penerimaan kembali pemberian pinjaman daerah Rp1 miliar. Sedangkan pengeluaran pembiayaan sebelum perubahan Rp2,5 miliar menjadi Rp1 miliar turun Rp1,5 miliar atau 60 persen. Pengeluaran pembiayaan tersebut berupa pemberian pinjaman daerah Rp1 miliar, sedangkan rencana penyertaan modal daerah Rp1,5 miliar tidak dialokasikan dalam Perubahan APBD 2026.
"Pertumbuhan ekonomi tahun 2026 ditargetkan 5,4 persen dan capaian pertumbuhan ekonomi Kabupaten Tegal tahun 2025 capai 5,97 persen," katanya.
Bupati menilai tantangan kedepan bagaimana memastikan pertumbuhan ekonomi tersebut bisa terealisasi menjadi peningkatan pendapatan masyarakat, penciptaan lapangan kerja, penurunan kemiskinan, peningkatan investasi ab pemerataan kesejahteraan.
"Mari kita jaga anggaran yang sehat, belanja yang produktif, pembangunan merata, pelayanan publik yang berkualitas, serta tata kelola pemerintahan yang semakin akuntabel," pungkasnya.


