Antisipasi Diare dan ISPA, PPNI Tegal Pasok Puluhan Ribu Liter Air Bersih ke Wilayah Kekeringan

Kamis, 17 September 2026 | 14.47
Warga Dukuh Cipero, Desa Kedungjati, Kecamatan Warureja saat menyambut bantuan air bersih dari PPNI Kabupaten Tegal belum lama ini.
Warga Dukuh Cipero, Desa Kedungjati, Kecamatan Warureja saat menyambut bantuan air bersih dari PPNI Kabupaten Tegal belum lama ini.

PPNI Kabupaten Tegal menyalurkan 45.000 liter air bersih ke wilayah terdampak kekeringan. Bantuan didistribusikan sejak 9 September hingga 19 September 2026.

SLAWI, puskapik.com – Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kabupaten Tegal bergerak cepat mengatasi krisis air bersih akibat kemarau panjang.

Sejak 9 September 2026, organisasi profesi kesehatan ini telah menggelontorkan puluhan ribu liter air bersih ke sejumlah wilayah yang dilanda kekeringan ekstrem.

Aksi kemanusiaan ini dijadwalkan berlangsung hingga 19 September 2026. Untuk memastikan bantuan tepat sasaran, PPNI bersinergi dengan Palang Merah Indonesia (PMI) dan Perumda Air Minum Tirta Ayu Kabupaten Tegal.

Baca Juga: PRPP Segera Dirombak, Ahmad Luthfi Ingin Kawasan Ini Kembali “Hidup”

"Hingga saat ini, PPNI telah mendistribusikan sebanyak 45.000 liter air bersih. Sasaran utamanya adalah daerah yang mengalami kelangkaan air parah, meliputi Kecamatan Warureja, Suradadi, Kedungbanteng, Jatinegara, hingga Margasari," ujar Ketua DPD PPNI Kabupaten Tegal, Amat Kiswandi, Kamis, 17 Septber 2026.

Amat menjelaskan, distribusi di lapangan digerakkan oleh Badan Penanggulangan Bencana (Bapena) PPNI Kabupaten Tegal, dan juga didukung penuh oleh seluruh Dewan Pengurus Komisariat (DPK) PPNI di masing-masing wilayah terdampak.

Durasi tanggap darurat ini bahkan berpotensi diperpanjang jika kondisi di lapangan belum membaik.

Baca Juga: Investor Dubai Puji Gerak Cepat Ahmad Luthfi, Investasi Rp 5 Triliun Masuk Jepara

"Rencana awal memang sampai 19 September. Namun, apabila donasi dari anggota ke Bapena masih terus bertambah, pasokan air bersih untuk warga pasti akan kami tambah lagi," imbuhnya.

Bagi PPNI, kegiatan sosial ini bukan sekadar agenda tahunan. Hal ini merupakan respon cepat terhadap ancaman serius masalah kesehatan yang mulai mengintai warga di lokasi kekeringan.

Sebagai organisasi tenaga kesehatan, PPNI mencermati adanya tren kenaikan penyakit di wilayah-wilayah krisis air tersebut. Tim di lapangan menemukan adanya lonjakan kasus penyakit seperti diare, gatal-gatal pada kulit, batuk, pilek, hingga Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).

Menurut Amat, kondisi ini dipicu oleh konsumsi air yang kurang higienis akibat kelangkaan. Situasi tersebut diperparah oleh cuaca ekstrem, di mana suhu udara sangat panas pada siang hari dan berubah drastis menjadi sangat dingin saat malam hari.

"Peningkatan kasus penyakit ini memang belum berada di tahap yang mengkhawatirkan. Kendati demikian, intervensi seperti pembagian air bersih ini sangat diperlukan sebagai antisipasi agar masalah kesehatan tersebut tidak meluas dan berubah menjadi wabah," ujarnya.