Baznas Kabupaten Tegal Latih 25 Mustahik Budidaya Jamur Tiram

Rabu, 7 Oktober 2026 | 20.34 WIB
Ketua Badan Amil Zakat Naaional ( Baznas) Kabupaten Tegal  Akhmad Rofiqi didampingi Wakil Ketua 1 Baznas Kabupaten Tegal Syafiq Zuhri menyerahkan zakat pemberdayaan ekonomi produktif kepada 25 petani budidaya jamur, di Gedung PKK Kabupaten Tegal,Rabu , 7 Oktober 2026.
Ketua Badan Amil Zakat Naaional ( Baznas) Kabupaten Tegal Akhmad Rofiqi didampingi Wakil Ketua 1 Baznas Kabupaten Tegal Syafiq Zuhri menyerahkan zakat pemberdayaan ekonomi produktif kepada 25 petani budidaya jamur, di Gedung PKK Kabupaten Tegal,Rabu , 7 Oktober 2026.

Baznas Kabupaten Tegal melatih 25 mustahik budidaya jamur tiram dan menyalurkan bantuan Rp125 juta untuk mendorong kemandirian ekonomi produktif.

SLAWI, Puskapik.com – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Tegal menggelar Pelatihan Budidaya Jamur Tiram bagi 25 mustahik di Gedung PKK Kabupaten Tegal, Rabu, 7 Oktober 2026.

Kegiatan ini bertujuan mendorong para penerima zakat agar mampu mengembangkan usaha produktif berbasis potensi lokal.

Pelatihan diikuti oleh 20 peserta rekomendasi dari Koordinator Wilayah Kecamatan (KWK) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, serta 5 peserta dari masyarakat umum.

Peserta dibekali teori dan praktik langsung, mulai dari persiapan media tanam, perawatan pascapanen, hingga pengolahan jamur menjadi produk bernilai jual seperti jamur krispi dan sate jamur. Baznas menggandeng Oemah Jamur dari Desa Jatiwangi, Kecamatan Pagerbarang, sebagai mitra pelatihan.

Ketua Baznas Kabupaten Tegal, Akhmad Rofiqi, menjelaskan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari pilar program Tegal Makmur yang berfokus pada pemberdayaan ekonomi.

Baca Juga: Seleksi 330 Perangkat Desa, Pemkab Batang Gandeng Mabes Polri untuk Uji Kompetensi

"Selain Tegal Makmur, kami juga memiliki program Tegal Cerdas untuk beasiswa, Tegal Sehat untuk bantuan pengobatan, serta Tegal Takwa," ujar Akhmad Rofiqi saat memberikan sambutan.

Rofiqi menekankan bahwa kebutuhan pasar terhadap jamur tiram di Kabupaten Tegal saat ini sangat tinggi. Namun, pasokan lokal masih minim sehingga pasar terpaksa mendatangkan jamur dari luar daerah seperti Indramayu dan Purbalingga.

"Target jangka panjangnya, mereka yang saat ini menjadi mustahik (penerima zakat) kelak bisa mandiri dan naik kelas menjadi munfik atau muzaki (pemberi zakat)," imbuhnya.

Sebagai modal awal, Baznas secara simbolis menyerahkan total bantuan senilai Rp125 juta untuk 25 peserta. Bantuan diwujudkan dalam bentuk paket sarana produksi, yang masing-masing mencakup 1.000 baglog jamur tiram, peralatan instalasi air, dan rak jamur.

Pemilik Oemah Jamur, Sukron, membenarkan bahwa ketersediaan stok jamur lokal di Tegal masih sering disokong dari daerah luar seperti Temanggung dan Purwokerto.

Sukron yang sudah menekuni usaha ini sejak 2017 menyatakan kesiapannya untuk menampung hasil panen para peserta.

"Untuk pemasaran hasil panen, peserta tidak perlu bingung. Mereka bisa menjualnya langsung ke Oemah Jamur atau pembeli lain. Bahkan, bisa dijual dalam bentuk olahan siap saji agar keuntungannya lebih besar," pungkas Sukron. ***

Artikel Terkait