Diterjang Angin Kencang, Atap SPPG Karanganyar Tegal Ambruk Menimpa Kabel PLN

Selasa, 3 November 2026 | 11.14 WIB
Atap galvalum Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Karanganyar, Kecamatan Kedungbanteng, Kabupaten Tegal ambruk setelah diterjang hujan deras disertai angin kencang pada Senin, 2 Oktober 2026 sekitar pukul 14.00 WIB.
Atap galvalum Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Karanganyar, Kecamatan Kedungbanteng, Kabupaten Tegal ambruk setelah diterjang hujan deras disertai angin kencang pada Senin, 2 Oktober 2026 sekitar pukul 14.00 WIB.

Atap galvalum SPPG Karanganyar, Kedungbanteng, Kabupaten Tegal, ambruk diterjang angin kencang. Kerugian ditaksir mencapai Rp150 juta.

SLAWI, puskapik.com – Polsek Kedungbanteng bergerak cepat mengamankan lokasi robohnya atap galvalum Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Karanganyar, Kecamatan Kedungbanteng, Kabupaten Tegal.

Fasilitas yang baru selesai dibangun tersebut ambruk setelah diterjang hujan deras disertai angin kencang pada Senin, 2 Oktober 2026 sekitar pukul 14.00 WIB.

Peristiwa yang terjadi di Pedukuhan Kandang Sapi RT 023 RW 009, Desa Karanganyar ini sempat mengejutkan warga sekitar.

Baca Juga: Kebakaran Hebat Hanguskan Toko Kayu UD Barokah di Bumiayu

Penjaga SPPG Karanganyar, Moh. Wandi Dewantoro mengungkapkan, saat kejadian dirinya sedang bersiaga dan melihat angin kencang menyerupai puting beliung langsung menerjang bangunan.

Kencangnya embusan angin membuat material atap galvalum terlepas dan roboh hingga menimpa jaringan kabel listrik di sekitarnya.

Akibat insiden ini, aliran listrik di wilayah setempat sempat mengalami pemadaman total.

Baca Juga: Bus PO Gunung Harta Ludes Kebakaran di Tol Brebes KM 263, Seluruh Penumpamg Selamat

Mendapat laporan dari masyarakat, personel Polsek Kedungbanteng langsung diterjunkan ke tempat kejadian perkara (TKP) untuk melakukan sterilisasi area.

Petugas juga langsung berkoordinasi dengan pihak PLN untuk menangani kabel listrik yang terdampak demi menghindari korsleting atau sengatan arus listrik.

Kapolres Tegal AKBP Febriyani Aer melalui Kapolsek Kedungbanteng, Iptu Joko Waluyo menegaskan, langkah pengamanan dilakukan agar warga tidak mendekati area berbahaya.

“Kami segera mengamankan area sekitar bangunan dan berkoordinasi dengan PLN untuk memastikan jaringan listrik kembali aman. Kami mengimbau masyarakat agar tidak mendekati lokasi sebelum dinyatakan benar-benar steril oleh petugas,” ujar IPTU Joko Waluyo.

Polisi memastikan tidak ada korban jiwa dalam musibah ini. Namun, kerugian materiil yang dialami pengelola SPPG Karanganyar diperkirakan mencapai Rp150 juta.

Ironisnya, SPPG Karanganyar ini merupakan bangunan baru yang rampung sekitar dua bulan lalu dan bahkan belum sempat beroperasi.

Pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan apakah ambruknya atap murni karena faktor alam atau ada masalah pada kualitas konstruksi bangunan.

Mengantisipasi masuknya musim pancaroba, Polsek Kedungbanteng mengimbau masyarakat Kabupaten Tegal untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem dan segera melapor jika terjadi bencana di lingkungan sekitar. **

Artikel Terkait