Masyarakat Tegal Bersatu Laporkan Dugaan Pengkondisian di Dikbud Kabupaten Tegal

Masyarakat Tegal Bersatu laporkan dugaan pengondisian proyek dan pengadaan buku Dikbud ke Kejari Slawi. MTB mengancam demo jika tak ditindaklanjuti.
SLAWI, puskapik.com - Masyarakat Tegal Bersatu (MTB) melaporkan dugaan pengondisian pekerjaan pengadaan dan fisik di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Tegal ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Slawi, Kamis 22 Oktober 2026. MTB mengancam akan demo besar-besaran, jika laporan tersebut tidak dilanjuti Kejari.
Koordinator Masyarakat Tegal Bersatu, Ismet Gunawan usai melaporkan ke Kejari Slawi, mengatakan, dugaan pengkondisian di Dikbud terkait dengan pengadaan buku di Satuan Pendidikan, yaitu buku teks utama, buku non-teks, dan buku muatan lokal bahasa Jawa.
"Hanya beberapa penyedia yang mendapatkan pekerjaan ini," kata Ismet.
Selain itu, lanjut dia, dugaan pengondisian juga terjadi pada pekerjaan study tour untuk siswa SMP. Diduga pengkondisian dilakukan Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP Kabupaten Tegal. Indikasinya hanya satu biro perjalanan tour yang ditunjuk untuk melaksanakan kegiatan tersebut.
Lebih lanjut dikatakan, pengondisian proyek revitalisasi bangunan SMP tahun 2026. Sedikitnya 14 proyek fisik yang diduga dikondisikan Dikbud. Dikbud diduga mengarahkan pihak sekolah untuk menunjuk penyedia jasa yang diusulkan Dikbud.
"Kami mengadukan yang pertama Plt Kepala Dikbud Kabupaten Tegal, Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dikbud Kabupaten Tegal, serta MKKS SMP Kabupaten Tegal," beber Ismet.
Selain itu, lanjut dia, MTB juga melaporkan beberapa kepala sekolah yang diduga turut serta dalam pengondisian pengadaan buku tersebut. Mereka melakukan pengondisian dengan menunjuk hanya satu atau dua penyedia jasa dengan diarahkan agar sekolah membeli produknya.
"Menurut pemahaman kami dengan menunjuk satu atau dua penyedia yang diarahkan oleh MKKS dan Kepala Sekolah, sangat menyalahi aturan," terang Ismet.
Ismet berharap agar Kejari segera menindaklanjuti dan menelaah aduannya. "Jika sampai Minggu depan aduan belum ditindaklanjuti, maka kami akan melakukan aksi demonstrasi besar-besaran," tegasnya. ***



