PWI Kabupaten Tegal Gelar Doa Untuk Lima Jurnalis yang Hilang Saat Liputan Erupsi Gunung Anak Krakatau

PWI Kabupaten Tegal menggelar doa bersama untuk lima jurnalis yang belum ditemukan setelah hilang kontak saat meliput erupsi Gunung Anak Krakatau.
SLAWI, Puskapik.com- Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Tegal menggelar doa bersama bagi lima jurnalis yang belum ditemukan setelah dilaporkan hilang kontak saat meliput erupsi Gunung Anak Krakatau pada 7 September 2026.
Doa bersama dilaksanakan pada pembukaan Konferensi le-4 PWI Kabupaten Tegal 2026 di Gedung Serbaguna Perumda Air Minum Tirta Ayu, Selasa, 29 September 2026.
Doa atau tawasul dipimpin Ketua Dewan Kebudayaan Daerah Kabupaten Tegal Ki Firman Haryo Susilo.
Doa bersama diikuti Sekretaris Daerah Kabupaten Tegal Amir Makhmud, Forkopimda Kabupaten Tegal, dan insan pers serta tamu undangan.
Dengan khusyuk memanjatkan doa bagi M Bagus Khoirunnas (Antara),Arie Basuki (Merdeka.com),Yudistiro Pranoto (iNews), Firman Daus (Anadolu Agency), Donal Husni (jurnalis lepas/freelance) serta tiga ABK kapal Arupadhatu 1.
Baca Juga: Jembatan Glempang Sirampog Mulai Dibangun, Anggarannya Rp1,7 Miliar
Ketua PWI Kabupaten Tegal Muhammad Fatkhurohman mengatakan, doa bersama tersebut merupakan bentuk dukungan moral, sekaligus kepedulian PWI terhadap para jurnalis yang tengah menjalankan tugas jurnalistik di tengah situasi erupsi Gunung Anak Krakatau.
"Doa bersama ini sebagai bentuk dukungan moral dan kepedulian besar PWI terhadap para jurnalis yang sedang menjalankan tugas peliputan Gunung Krakatau yang menyemburkan erupsi," ujar Fatkhurohman.
Bagi Fatkhurohman, tugas jurnalistik memiliki risiko yang tidak ringan. Wartawan dituntut hadir di tengah peristiwa untuk menyampaikan informasi kepada masyarakat, namun keselamatan tetap menjadi hal yang utama.
Karena itu, ketika ada rekan seprofesi yang mengalami musibah dan kehilangan kontak, solidaritas tidak cukup hanya diwujudkan melalui pemberitaan. Doa juga menjadi bentuk dukungan dari sesama insan pers.
Konferensi mengusung tema "Pers Sehat untuk Kabupaten Tegal Lebih Baik."
Fatkhurohman menegaskan, tema tersebut bukan sekadar slogan organisasi. Pers yang sehat, menurutnya, harus mampu memberikan dampak nyata terhadap pembangunan daerah. ***



