Satu Dokter Layani 2.900 Warga, Bupati Ischak Ajak IDI Kabupaten Tegal Kejar Pemerataan Medis

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 16.59 WIB
puskapik

Bupati Ischak Maulana Rohman dorong IDI Kabupaten Tegal kejar pemerataan medis. Rasio tenaga medis masih 1 dokter melayani 2.900 warga di Tegal.

SLAWI, Puskapik.com – Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman, menghadiri pelantikan pengurus Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Kabupaten Tegal masa bakti 2026-2029 di Auditorium Gedung Pelayanan Terpadu RSUD dr. Soeselo, Sabtu, 31 Oktiber 2026.

Dalam kesempatan tersebut, Arief Darmawan resmi dikukuhkan sebagai Ketua IDI yang baru, menggantikan Mohamad Sofwan Arifi.

Selain menghadiri pelantikan, Bupati Ischak juga membuka secara resmi workshop Integrated Wound Care Summit 2026 yang digelar setelah prosesi pengukuhan selesai.

Baca Juga: Panitia Pilkades Taman Pemalang Putuskan Lanjut Tetapkan Lima Calon Kades

Dalam sambutannya, Bupati Ischak menekankan bahwa IDI merupakan mitra strategis pemerintah daerah dalam pencapaian target kesehatan masyarakat. Ia juga menitipkan tiga pesan penting untuk pengurus baru, yakni menjaga kompetensi, etika, dan keselamatan pasien.

"Dokter yang pintar itu penting, tetapi dokter yang pintar sekaligus mau mendengar dan menenangkan pasien akan selalu dicari," ujar Ischak.

Ia berharap kepengurusan IDI yang baru ini dapat terus mengawal mutu pelayanan kesehatan di seluruh fasilitas medis Kabupaten Tegal agar ramah dan merata hingga ke pelosok desa.

Bupati Ischak juga memaparkan potret perkembangan infrastruktur medis di wilayahnya berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS). Jumlah rumah sakit di Kabupaten Tegal tercatat meningkat dari 8 unit pada tahun 2021 menjadi 11 unit pada tahun 2025.

Meski infrastruktur terus bertambah, Kabupaten Tegal masih menghadapi tantangan besar terkait keterbatasan jumlah tenaga nakes. Hingga tahun 2025, jumlah tenaga medis di Kabupaten Tegal tercatat sebanyak 583 orang untuk melayani sekitar 1,69 juta jiwa penduduk. Artinya, satu tenaga medis rata-rata harus melayani sekitar 2.900 warga.

"Pemerataan dokter menjadi tugas bersama. Selain itu, kita juga harus fokus menurunkan stunting, menjaga kesehatan ibu dan anak, mengendalikan penyakit tidak menular, serta memperkuat layanan primer," tambahnya.

Ketua IDI Cabang Kabupaten Tegal periode 2026-2029 yang baru dilantik, Arief Darmawan, menegaskan kesiapannya untuk melanjutkan fondasi baik yang telah dibangun pengurus sebelumnya. Ia memastikan komitmen IDI untuk bersinergi dan berkolaborasi erat dengan Pemerintah Kabupaten Tegal demi meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.

Baca Juga: Deadlock di Musdes Pertama, Panitia Pilkades Taman Pemalang Akhirnya Terbentuk

"Ada dua hal utama yang kami fokuskan saat ini, yaitu mengenai kerukunan kesehatan Kabupaten Tegal dan memperkuat jaringan IDI sebagai pilar utama pendidikan serta pelatihan bagi para insan kesehatan," tegas Arief.

Mantan Ketua IDI periode 2023-2026, Mohamad Sofwan Arifi, turut berpesan agar seluruh pengurus baru tetap kompak dan tidak ragu berkolaborasi dengan berbagai stakeholder. Tantangan dunia medis ke depan diakui semakin dinamis, sehingga sinergi lintas sektoral menjadi kunci keberhasilan.

Di sisi lain, Ketua IDI Wilayah Jawa Tengah, Telogo Wismo Agung Durmanto, menginstruksikan agar pengurus yang baru dilantik segera menggelar rapat kerja. Ia menyarankan agar program kerja dibuat secara efisien dan tepat sasaran.

"Tidak perlu terlalu banyak program kegiatan, yang terpenting masing-masing bidang menyiapkan satu program dan bisa terlaksana tepat sasaran. Tugas pertama ketua baru adalah melakukan pendataan ulang anggota," pungkas Telogo Wismo.***

Artikel Terkait