
Puing yang Timpa Rumah Dibersihkan, Sisa Gedung Hogwan Bumiayu Masih Bikin Khawatir
Warga Dukuhturi membersihkan puing Gedung Hogwan yang menimpa tiga rumah. Sisa bangunan masih dikhawatirkan membahayakan warga dan diminta segera dibongkar.

Warga Dukuhturi membersihkan puing Gedung Hogwan yang menimpa tiga rumah. Sisa bangunan masih dikhawatirkan membahayakan warga dan diminta segera dibongkar.

Panggung GBF 2026 diisi RSUD Bumiayu Bersholawat. Selain peringati Maulid Nabi, acara ini jadi sarana serap kritik dan saran pelayanan dari masyarakat.

GBF Bumiayu 2026 menghadirkan beragam wahana, dari Komidi Putar hingga Kora-Kora dan Ombak Banyu, termasuk dua wahana baru Prosotan Pelangi dan Dinosaurus.

Tim Inafis Polres Brebes memeriksa Gedung Hogwan Bumiayu dan mendokumentasikan titik ditemukannya korban setelah bangunan tersebut runtuh.

Wahana Dinosaurus GBF 2026 di Bumiayu menghadirkan pertunjukan interaktif yang membuat anak-anak antusias melihat, menyentuh dinosaurus, hingga berjoget bersama T-Rex dan gorila.

Gedung Hogwan Bumiayu belum dibongkar karena masih menjadi objek penyelidikan polisi. Pembersihan reruntuhan juga terkendala alat berat dan risiko getaran.

Kades Dukuhturi Achmad Effendi menjelaskan soal Mobil Siaga dan tuntutan warga agar dirinya mundur usai tragedi Gedung Hogwan yang menewaskan tiga orang.

Warga Dukuhturi Bumiayu meminta kepala desa mundur dan menyoroti pengelolaan aset serta Mobil Siaga Desa dalam audiensi pascaruntuhnya Gedung Hogwan.

PMI Brebes menyalurkan santunan kepada keluarga tiga korban meninggal akibat runtuhnya Gedung Hogwan di Bumiayu. Masing-masing keluarga menerima Rp750 ribu.

Warga meminta sisa bangunan Gedung Hogwan Bumiayu segera dibongkar karena dinilai membahayakan. Tiga orang sebelumnya meninggal akibat runtuhan bangunan.