17 Lapak Pasar Loak Terminal Adiwerna Ludes Terbakar, Damkar Terkendala Suplai Air

Kebakaran melanda Pasar Loak Terminal Adiwerna, 17 lapak pedagang ludes terbakar. Proses pemadaman terkendala suplai air meski lima unit damkar dikerahkan.
TEGAL, puskapik.com – Sebanyak 17 lapak pedagang Pasar Loak di Terminal Adiwerna, Kabupaten Tegal, hangus terbakar akibat kebakaran yang terjadi pada Jumat pagi, 23 Januari 2026.
Kasi Pemadaman dan Penyelamatan Damkar Satpol PP Kabupaten Tegal, Nawawi, menjelaskan kebakaran diduga dipicu korsleting listrik dari salah satu lapak di sisi barat area pasar.
Upaya pemadaman mulai dilakukan sekitar pukul 05.30 WIB. Meski saat kejadian kondisi hujan, api sulit dipadamkan karena banyaknya barang mudah terbakar di lapak pasar loak. Api baru berhasil dipadamkan sekitar pukul 07.00 WIB. Namun karena masih muncul asap, petugas kembali melakukan penyemprotan pada pukul 09.55 WIB.
Baca Juga: Kebakaran Melanda Kios Pasar Loak di Terminal Adiwerna, Belasan Kios Hangus Terbakar
Nawawi mengungkapkan, proses pemadaman terkendala suplai air. Petugas harus mengambil air dari RSI PKU Muhammadiyah Tegal yang berada di seberang terminal serta dari tandon Pos Damkar Adiwerna.
“Penyemprotan cepat, tapi suplai airnya yang agak lama,” ujarnya.
Sebanyak lima unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan ke lokasi, terdiri dari empat unit milik Kabupaten Tegal dan satu unit bantuan dari Kota Tegal.
Baca Juga: Dua Truk Kecelakaan di Flyover Kretek Paguyangan Brebes, Warga Soroti Kerawanan Over Tonase
“Unit berasal dari Pos Damkar Adiwerna, Slawi, Kramat, Bojong, serta BKO dari Kota Tegal,” jelasnya.
Salah seorang pemilik kios, Bani Adam (47), mengatakan ia mengetahui kejadian sekitar pukul 05.40 WIB.
“Awalnya terlihat asap, lalu terdengar suara gaduh. Tidak lama kemudian api menyambar dan disusul suara ledakan,” tuturnya.
Saat kejadian, Bani mengaku berada di luar kios yang terletak di bagian tengah pasar. Ia mengetahui kebakaran pertama kali dari seorang sopir bus Dewi Sri yang melihat api muncul lebih dulu.
Bani yang sehari-hari berjualan barang elektronik mengatakan seluruh barang dagangannya ludes terbakar dan tidak ada yang dapat diselamatkan.
“Saya sempat mau masuk untuk mencabut listrik, tapi api sudah lebih dulu menyambar. Saya tidak berani, lalu keluar dan terjadi ledakan,” katanya.
Saat kebakaran terjadi, sebagian besar pedagang belum datang. Pasar masih sepi karena pedagang biasanya mulai berjualan sekitar pukul 08.00 WIB.



