5.387 Kasus TB di Kabupaten Tegal Ditemukan, 94 Persen Tertangani
Rabu, 10 Desember 2025 | 22.49

SLAWI, puskapik.com - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tegal menemukan 5.387 kasus Tuberkulosis (TB) di tahun 2025. Dari temuan tersebut, sebanyak 5.037 pasien atau 94 persen telah memulai pengobata...
SLAWI, puskapik.com - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tegal menemukan 5.387 kasus Tuberkulosis (TB) di tahun 2025. Dari temuan tersebut, sebanyak 5.037 pasien atau 94 persen telah memulai pengobatan.
Hal itu disampaikan Asisten 2 Sekda Tegal, Joko Kurnianto yang membacakan sambutan Bupati Tegal saat acara Seminar Nasional "Kolaborasi Lintas Profesi Menuju Eliminasi TB Tahun 2030" dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Nasional Ke-61 Tahun 2025 di Pendapa Amangkurat Kabupaten Tegal, Rabu (10/12/2025).
Dalam seminar nasional itu, pemateri yang dihadirkan spesialis paru dr Mohamad Irpan SpP dengan materi penatalaksanaan penyakit TBC secara komprehensif, Dr (Cand) Iin Supriyatin Ramli SAB MM CT BNSP dengan materi komunikasi efektif kunci keberhasilan eliminasi TBC, dan Mujahidin SH MH dengan materi pengembangan kompetensi tenaga medis dan tenaga kesehatan.
Sementara itu, Bupati Tegal yang diwakilkan Asisten 2 Sekda Tegal sebagai keynote speaker dalam acara seminar nasional tersebut.
"Di Kabupaten Tegal, upaya penanggulangan TB telah menunjukkan kemajuan yang patut kita syukuri," kata Joko Kurnianto.
Dijelaskan, berdasarkan data terkini dari Sistem Informasi Tuberkulosis (SITB), kinerja program penanggulangan TB di Kabupaten Tegal menunjukkan tren positif. Dari 33.539 suspek TB, Dinkes telah memeriksa 30.605 orang atau mencapai 91 persen. Dari target menemukan 6.901 kasus TB, telah teridentifikasi 5.387 kasus atau 78 persen.
"Yang lebih membanggakan, dari kasus yang ditemukan, sebanyak 5.037 pasien atau 94 persen telah memulai pengobatan," terang Joko Kurnianto.
Namun demikian, lanjut dia, kesenjangan 22 persen dalam penemuan kasus menjadi fokus ke depan. Di sinilah pentingnya kolaborasi lintas profesi dan pemberdayaan masyarakat yang kita usung melalui program "Kabupaten Tegal Bersatu" Pemberdayaan Masyarakat Tangani Tuberkulosis.
Program Kabupaten Tegal Bersatu adalah strategi akselerasi berbasis pemberdayaan masyarakat dengan pendekatan bottom-up. Masyarakat secara mandiri menyadari pentingnya penanggulangan TB. Program ini bertumpu pada tiga pilar, yakni pembentukan Desa Siaga TB, skrining mandiri berbasis keluarga melalui platform digital, dan kolaborasi pentahelix.
"Melibatkan pemerintah, akademisi, sektor swasta, masyarakat sipil, dan media massa," tegas Joko Kurnianto.
Kepala Dinkes Kabupaten Tegal, dr Ruzaeni menjelaskan, tema seminar kita Kolaborasi Lintas Profesi Menuju Eliminasi TB menekankan urgensi sinergi antara dokter, perawat, apoteker, ahli gizi, petugas laboratorium, pemerintah daerah, organisasi masyarakat sipil, dan seluruh elemen masyarakat.
Kolaborasi interprofesional diperlukan untuk meningkatkan mutu pelayanan, memastikan penemuan kasus secara dini, diagnosis yang akurat, dan manajemen pengobatan yang tuntas, sesuai dengan semangat TOSS TBC, yakni Temukan Tuberkulosis, Obati Sampai Sembuh.
"Melalui seminar ini, kita memiliki kesempatan emas untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran akan pentingnya peran masing-masing profesi dalam penanggulangan TBC," ujar Ruzaeni.
Ditambahkan, seminar nasional ini juga bisa menganalisis hambatan-hambatan dalam kolaborasi yang ada saat ini, dan merumuskan solusi dan strategi bersama untuk mempercepat eliminasi TBC di wilayah Kabupaten Tegal. **



