Polres Tegal Kota Simulasi Pengamanan Aksi Demo Jelang May Day

Barikade massa, pagar hidup, kawat berduri, dan water canon disiapkan Polres Tegal Kota untuk antisipasi demo anarkis jelang May Day di Balai Kota.
TEGAL, puskapik.com - Bila Balai Kota Tegal atau Kantor Wali Kota Tegal diserbu ribuah buruh yang menuntut kenaikan UMR, bertepatan dengan May Day atau Hari Buruh Internasional, Polres Tegal Kota ternyata sudah mengambil langkah-langkah antisipasinya, agar demo itu tidak melebar menjadi aksi anarkis.
Langkah pertama jajaran aparat keamanan di Kota Bahari tersebut, antara lain, tetap mengawal dan mendampingi aksi buruh itu dalam memperingati Hari Buruh, dan penyampaian aspirasi ke Wali Kota Tegal maupun ke DPRD.
Baca Juga: Cerita dan Senyum Bahagia Jamaah Haji 2024 Dari Padang Lawas Utara
''Ini salah satu langkah-langkah dalam memberikan pengamanan dan pengawalan terhadap aksi buruh. Kami sudah matangkan kesiapannya.
Seperti menyiapkan personel yang siap diterjunkan dalam pengamanan dan pengawalan aksi buruh ini,'' terang Kapolres Tegal Kota AKBP Heru Antariksa Cahya SIK MH.
Dia mengungkapkan, langkah lainnya sebelum peringatan hari buruh itu, jajarannya mematangkan sejumlah kegiatan simulasi, dan dilakukan langsung di pintu gerbang Balai Kota Tegal.
Baca Juga: Waspadai El Nino, Damkar Pemalang Siagakan Posko dan Armada Suplai Air
Antara lain, dengan menggelar Tactical Floor Game (TFG), yang dirangkaikan dengan pelatihan dan simulasi penanganan aksi penyampaian pendapat di kawasan Balai Kota Tegal, Selasa (21/4).
Kegiatan yang dilakukan itu, kata dia, melibatkan ratusan personel gabungan dari Polres Tegal Kota dari berbagai fungsi dan kesatuan, didukung sejumlah instansi terkait. Itu sebagai upaya memperkuat kesiapsiagaan sekaligus mengantisipasi potensi situasi kontinjensi di lapangan.
Sebagai contoh, pihaknya juga menerjunkan personel untuk melakukan dialog dengan masa pendemo, agar penyampaian aspirasinya dapat tersalurkan dengan baik, aman dan lancar. Kemudian menyiapkan personel dari Sat Samapta yang bertugas membuat pagar hidup, agar pendemo yang anarkis tak masuk ke kompleks perkantoran Balai Kota Tegal.
Antisipasi berikutnya, juga disiapkan barikade pagar berduri, sampai menyiapkan kendaraan water canon dan personel gerak cepat untuk menghalau massa, bila terjadi aksi anarkis. Pihaknya juga menyiapkan anjing penghalau massa dan personel yang dilengkapi dengan tameng, serta senjata pemedih mata.
Tindakan Persuasif
Semua itu disiapkan bila sampai terjadi aksi anarkis. Tapi pihaknya juga menyiapkan personel-personel untuk melakukan tindakan persuasif dan dialog dengan pendemo. ''Kami utamakan dialog yang damai, dan mengarahkan serta mengawal pendemo agar dapat menyampaikan aspirasinya secara baik, damai dan lancar,'' tandas dia.
Pihaknya menegaskan, kegiatan latihan dan simulasi yang dilakukan, bertujuan menyamakan persepsi, serta memperkuat koordinasi lintas instansi dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Agar aksi buruh yang terjadi, dapat berlangsung aman, lancar dan terkendali.
''Dalam rangka kesiapsiagaan dan mitigasi, Kami menyamakan persepsi antara Polres Tegal Kota dan stakeholder. Salah satu ujuannya, agar setiap kegiatan masyarakat dapat dilayani dengan pola yang sama dan terkoordinasi dengan baik,'' ucap Kapolres Tegal Kota, didampingi Kabag Ops Kompol Nur Cholis.
Sinergi yang solid antarpetugas di lapangan, kata dia, menjadi kunci dalam menjaga situasi tetap kondusif, terutama saat kegiatan masyarakat melibatkan massa dalam jumlah besar. Karena itulah pelatihan dan simulasi yang dilakukan itu, juga menjadi bagian dari langkah antisipatif menghadapi momentum Hari Buruh Internasional (May Day), maupun agenda masyarakat lainnya.
''Pada intinya, latihan dan simulasi yang kami lakukan ini, untuk memastikan seluruh personel memahami peran dan langkah yang harus dilakukan di lapangan. Jangan sampai terjadi pelanggaran-pelanggaran yang dapat merugikan personelnya dan warga lainnya,'' terang dia.
Berkait potensi kerawanan, Kapolres Tegal Kota mengungkapkan, kondisi wilayah Kota Tegal hingga saat sekarang masih relatif aman, dan tidak terdapat titik rawan yang signifikan. Hal itu didukung oleh mekanisme pemberitahuan kegiatan masyarakat yang berjalan baik. **



