Belanja Kesehatan Bisa Lebih Murah, Dirut BPJS di Tegal : Jangan Lari ke RS

Selasa, 12 Mei 2026 | 09.23
Belanja Kesehatan Bisa Lebih Murah, Dirut BPJS : Jangan Lari ke RS
Belanja Kesehatan Bisa Lebih Murah, Dirut BPJS : Jangan Lari ke RS

Dirut BPJS Kesehatan ajak warga Tegal utamakan pencegahan lewat olahraga dan pola hidup sehat agar biaya kesehatan lebih efisien ke depan.

TEGAL, puskapik.com - Upaya menekan beban pembiayaan kesehatan nasional tak melulu soal layanan rumah sakit. Direktur Utama BPJS Kesehatan, Prihati Pujowaskito, justru mendorong masyarakat mengubah pola pikir, lebih mengutamakan pencegahan daripada pengobatan.

Pesan itu disampaikan Prihati saat menghadiri kegiatan fun run di Kota Tegal, Selasa pagi 12 Mei 2026, yang diikuti ratusan pelari dari berbagai komunitas.

Menurut Prihati, penguatan upaya promotif dan preventif menjadi kunci agar belanja kesehatan di Indonesia bisa lebih efisien ke depan.

Baca Juga: DPRD Kabupaten Tegal Desak Pilkades PAW di 15 Desa

“Kalau promotif dan preventif kita kuatkan, belanja kesehatan Indonesia bisa jauh lebih murah. Jadi jangan lari ke rumah sakit, tapi lari untuk olahraga, keluarkan keringat supaya tetap sehat,” tegas Prihati.

Dokter spesialis jantung ini menilai, kebiasaan sederhana seperti rutin berolahraga dapat memberikan dampak besar dalam jangka panjang, baik bagi individu maupun sistem kesehatan nasional.

Prihati menyebut, aktivitas fisik seperti lari, jogging atau olahraga ringan lainnya seharusnya menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat. Terlebih jika dilakukan secara rutin, manfaatnya akan terasa dalam beberapa tahun ke depan.

Baca Juga: Sehari Dibuka Gubernur Luthfi, CJIBF 2026 Kantongi 40 Minat Investasi Rp 16 Triliun

“Kalau dilakukan konsisten, efeknya bukan hanya hari ini. Lima sampai sepuluh tahun ke depan, tubuh kita akan merasakan manfaatnya,” ujar Prihati.

Selain olahraga, putra daerah asal Solo ini juga mengingatkan pentingnya menjaga pola konsumsi. Salah satu langkah yang bisa dilakukan adalah mengurangi asupan gula, garam dan minyak atau GGM.

“Yang sederhana saja, misalnya biasakan minum tanpa gula. Pola makan itu sangat menentukan kesehatan kita ke depan,” kata Prihati.

Prihati menambahkan, menjaga kesehatan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga masyarakat. Prihati menekankan pentingnya semangat gotong royong dalam menciptakan budaya hidup sehat.

“Dengan gotong royong, semua bisa tertolong. Termasuk dengan kebiasaan hidup sehat yang dimulai dari diri sendiri,” imbuh Prihati.

Kegiatan fun run tersebut juga dimanfaatkan untuk mengedukasi masyarakat tentang pentingnya pencegahan penyakit sejak dini. Selain komunitas pelari, kegiatan ini turut melibatkan peserta program pengelolaan penyakit kronis atau prolanis yang kondisinya sudah stabil.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Tegal, Ario Pambudi Trisnowibowo mengatakan, pendekatan ini diharapkan mampu mendorong masyarakat lebih aktif menjaga kesehatan.

Halaman 1 dari 2

Artikel Terkait