Desa Wisata Munjungagung Tegal, Potensi Pantai Larangan Hingga Kawasan Konservasi Karang Jeruk

Rabu, 14 Januari 2026 | 14.53
Sejumlah pengunjung menikmati keindahan Pantai Larangan Desa Munjungagung, Kecamatan Kramat, Kabupaten Tegal, beberapa waktu lalu. (Dok)
Sejumlah pengunjung menikmati keindahan Pantai Larangan Desa Munjungagung, Kecamatan Kramat, Kabupaten Tegal, beberapa waktu lalu. (Dok)

Desa Munjungagung, Kramat, Tegal, hadirkan wisata pantai Larangan dan KPPD Karang Jeruk dengan pesona laut, tradisi, dan spot memancing unggulan.

SLAWI, puskapik.com - Desa wisata di Kabupaten Tegal yang tak kalah indah, yakni Desa Munjungagung, Kecamatan Kramat.

Tapi, berbeda dengan desa wisata lainnya, karena potensi yang ditonjolkan berupa keindahan pantai laut Jawa. Beberapa potensi yang telah dikembangkan, diantaranya :

1. Pantai Larangan

Pantai Larangan, salah satu destinasi alternatif bagi yang menyukai suasana pantai. Tegal yang daerahnya sebagian berada di pesisir pantai ini memiliki beberapa pantai yang "tersembunyi". Memang, pantainya tidak sebagus dengan pantai-pantai yang ada Pantai Selatan Pulau Jawa.

Sehingga dipastikan kita tidak akan karang-karang maupun pasir putih. Namun tidak perlu berkecil hati, justru ombak di pantai ini tidak terlalu besar. Sehingga cocok bagi siapa saja yang ingin berenang atau sekedar berbasah-basahan menikmati pesona pantai.

Tidak ada papan petunjuk khusus mengenai lokasi pantai ini, sehingga kita harus jeli dan tak perlu malu untuk bertanya dengan warga sekitaran Pantura khususnya di Desa Munjunagung, Kecamatan Kramat ini.

Dari pertigaan lampu lalu lintas Larangan agak ke barat sedikit ada pintu gerbang Desa Larangan, ikuti jalan tersebut lurus ke utara hingga melewati deretan rumah penduduk dan kolam-kolam tambak penduduk yang berjejer rapih.

Dari deretan rumah penduduk tersebut ada beberapa warga yang menjajakan makanan khas Tegal yang tentunya murah meriah.

Setiap hari Minggu pagi atau hari libur, pantai ini menjadi lebih ramai dari biasanya. Banyak penduduk lokal atau wisatawan yang ingin menghabiskan liburan di pantai ini. Terlebih jika ingin menikmati sunrise, di Pantai Larangan ini menawarkan keindahan alam yang tiada duanya. Bagi yang tidak bisa berenang, di sini juga ada warga yang menyewakan ban dalam bekas yang bisa digunakan sebagai pelampung.

Pada bibir pantai terdapat puluhan ribu pohon cemara laut yang sengaja ditanam sebagai program penghijauan pesisir pantai. Jadi bisa dibayangkan angina semilir sejuk ketika kita berada di pantai ini.

Di pantai larangan ini setiap tahunnya ada tradisi sedakah laut yang dilaksanakan oleh warga.

Salah satu tujuannya adalah ungkapan rasa syukur atas berkah yang melimpah. Karena tidak dipungkiri lagi, desa ini merupakan desa nelayan yang sebagian mata paencahariannya mengandalkan hasil laut.

Tradisi ini menjadi salah satu agenda wisata yang sayang untuk dilewatkan.

Jika kita berjalan sedikit ke arah timur, terdapat TPI (Tempat Pelelangan Ikan) Larangan tempat dimana kita bisa mendapatkan hasil tangkapan laut dengan harga yang murah.

Namun tentu saja kita harus datang ke tempat tersebut pagi hari sebelum kehabisan. Bagi yang suka foto-foto dengan background kapal-kapal, di sini juga tempat yang cocok untuk berfoto ria, karena banyak perahu nelayan yang bersandar.

Halaman 1 dari 2

Artikel Terkait