Dokkar Puppet Theatre Siap Pentaskan Mina dan Harapan Baru di Tegal

Dokkar Puppet Theatre menggelar Mina dan Harapan Baru di Taman Budaya Kota Tegal, 14 November 2026, mengangkat persahabatan, kerusakan laut, dan harapan lingkungan.
TEGAL, puskapik.com - Cerita tentang laut yang terluka, persahabatan yang tulus dan harapan yang belum padam, akan hadir di panggung Teater Arena Taman Budaya Kota Tegal, 14 November 2026.
Kelompok teater boneka lokal, Dokkar Puppet Theatre, bersiap menggelar produksi terbesarnya bertajuk Mina dan Harapan Baru.
Pementasan ini akan dibagi dalam dua sesi untuk mengakomodasi antusiasme penonton, yakni pukul 14.00 WIB dan 16.00 WIB.
Baca Juga: Tangis Ibu Korban Perundungan di Pemalang Pecah, Minta Keadilan
Tak sekadar tontonan anak-anak, pertunjukan ini membawa narasi yang relevan dengan kondisi hari ini.
Kisahnya mengikuti perjalanan Dodo, anak nelayan yang bersahabat dengan ikan raksasa bernama Mina, di tengah ancaman kerusakan ekosistem laut akibat eksploitasi.
Dari cerita sederhana itu, Dokkar meramu pesan tentang keberanian menjaga alam dan pentingnya harapan di tengah krisis lingkungan.
Baca Juga: Reses di Bumiayu, Anggota DPR RI Shintya Santuni Anak Yatim dan Bagikan Beras untuk Tukang Becak
Sutradara sekaligus penulis naskah, Legok SM menyebut, pentas ini menjadi langkah penting bagi perjalanan kelompoknya.
Setelah mementaskan lima judul sejak 2024, kali ini Dokkar tampil dengan skala produksi yang lebih besar.
"Ini pentas besar pertama kami. Kami ingin menjangkau lebih banyak penonton, terutama anak-anak dan keluarga, dengan pengalaman teater boneka yang lebih imersif dan berkesan," ujar Legok.
Berbeda dari produksi sebelumnya, Mina dan Harapan Baru mengandalkan penggarapan visual yang lebih kaya, desain artistik yang kompleks serta tata panggung yang dirancang khusus untuk ruang Teater Arena.
Legok berharap, pertunjukan ini bukan hanya menjadi hiburan, tetapi juga ruang refleksi bagi keluarga.
Melalui medium boneka yang dekat dengan anak-anak, pesan tentang lingkungan diharapkan bisa tersampaikan dengan cara yang hangat dan mudah dipahami.
Di tengah gempuran hiburan digital, Dokkar mencoba menghadirkan alternatif, pengalaman menonton langsung yang tidak hanya memukau secara visual, tetapi juga meninggalkan pesan yang bertahan lebih lama setelah lampu panggung padam.



