DPRD Minta Pemkot Tegal Lebih Sigap Atasi Krisis Air Bersih

Rabu, 18 Februari 2026 | 15.19
Masyarakat di lingkungan RW 3 Kelurahan Muarareja, Kecamatan Tegal Barat, Kota Tegal, Jawa Tengah, menerima bantuan air bersih.
Masyarakat di lingkungan RW 3 Kelurahan Muarareja, Kecamatan Tegal Barat, Kota Tegal, Jawa Tengah, menerima bantuan air bersih.

Ketua DPRD Kota Tegal minta Pemkot lebih sigap atasi krisis air bersih, perbaikan pipa Tirta Bahari masih dikebut di Brebes dan Bumijawa.

TEGAL, puskapik.com - Pemerintah Kota Tegal diminta lebih siap dan sigap menghadapi krisis air bersih yang melanda masyarakat hampir satu bulan terakhir.

Hal itu disampaikan Ketua DPRD Kota Tegal, Kusnendro, usai menyalurkan bantuan air bersih di enam titik wilayah Kecamatan Tegal Barat, Rabu 18 Februari 2026.

Politisi PDI Perjuangan tersebut mendistribusikan bantuan di Kelurahan Muarareja, Tegalsari dan Kraton yang merupakan daerah pemilihannya.

“Di Muarareja ada empat titik, sedangkan Tegalsari dan Kraton masing-masing satu titik,” ujar Kusnendro.

Baca Juga: Tambahan Elpiji 3 Kg Jelang Ramadan, Kota Tegal Kebagian 10.640 Tabung

Menurut Kusnendro, ke depan Pemkot Tegal perlu meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi krisis air bersih. Kusnendro menilai, koordinasi antara pemerintah daerah dan Perumda Air Minum Tirta Bahari masih belum optimal.

“Bantuan terkesan kurang maksimal, karena keterbatasan armada dan minimnya koordinasi,” kata Kusnendro.

Sementara itu, Perumda Air Minum Tirta Bahari masih melakukan perbaikan jaringan pipa di Desa Dawuhan, Kecamatan Sirampog, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, yang terdampak bencana di kawasan lereng Gunung Slamet.

Baca Juga: Perbaikan Pipa Dikebut, Suplai Air Bersih Kota Tegal Baru 50 Persen

Kasubag Humas Perumda Air Minum Tirta Bahari Kota Tegal, Endi Widjokongko mengatakan, perbaikan meliputi langsir pipa High Density Polyethylene atau HDPE diameter 500 mm, ke titik bak pelepas tegangan atau BPT.

Hingga Selasa 17 Februari 2026 kemarin, sebanyak 14 batang pipa telah tiba di lokasi dan enam batang masih dalam proses pengiriman.

“Di lokasi BPT 2 Jangkar, sudah tersedia 12 batang pipa, sementara 10 batang pipa lain baru sampai di Talang dan delapan batang masih berada di pedukuhan,” ungkap Endi.

Selain itu, proses crossing pipa telah terangkat sepanjang 18 meter menggunakan pipa baja diameter 400 mm, dilanjutkan pembuatan bend dan pemasangan koneksi ke pipa HDPE.

Perumda Tirta Bahari bersama PT Tirta Utama Jawa Tengah, juga memperkuat posisi pipa yang tergerus banjir susulan menggunakan bronjong sebagai penahan.

Perbaikan lainnya dilakukan di wilayah Sumbaga, Kecamatan Bumijawa, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, berupa penyambungan pipa HDPE diameter 400 mm pressure nominal atau PN 12,5 sebanyak 10 batang.

Halaman 1 dari 2

Artikel Terkait