Gerai KDKMP di Kota Tegal Tunggu Pasokan untuk Beroperasi

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 17.30 WIB
Tim Pengawas Verifikasi dan Validasi KDKMP Pusat, saat meninjau lokasi koperasi di Mintaragen, Kota Tegal, Sabtu 17 Oktober 2026.
Tim Pengawas Verifikasi dan Validasi KDKMP Pusat, saat meninjau lokasi koperasi di Mintaragen, Kota Tegal, Sabtu 17 Oktober 2026.

Gerai KDKMP Mintaragen Kota Tegal capai kesiapan 90 persen. Operasional masih tunggu perlengkapan tambahan dan pasokan bahan pokok dari Agrinas.

TEGAL, puskapik.com - Gerai Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih atau KDKMP di Kelurahan Mintaragen, Kota Tegal, diklaim telah mencapai kesiapan sarana dan prasarana hingga 90 persen.

Namun, gerai tersebut masih menunggu pemenuhan sejumlah perlengkapan dan penyediaan barang dagangan sebelum dapat beroperasi secara optimal.

Kesiapan itu menjadi salah satu perhatian Tim Pengawas Verifikasi dan Validasi KDKMP Pusat saat meninjau lokasi koperasi di Mintaragen, Sabtu 17 Oktober 2026.

Peninjauan dilakukan untuk memastikan kesiapan fasilitas dan tata kelola sebelum gerai mulai melayani kebutuhan masyarakat.

Manajer KDKMP Mintaragen, Salsabila Insyira mengatakan, fasilitas utama gerai, termasuk rak display dan sarana transportasi operasional, telah tersedia.

Pengelola masih menunggu sejumlah perlengkapan tambahan dari pusat, antara lain unit freezer dan perangkat komputer.

Baca Juga: Sakub Kaligua Festival Brebes Padukan Wisata Alam, Budaya, dan Domba Sakub

"Saat ini kelengkapan sarana dan prasarana utama sudah siap. Kami tinggal menunggu sarana tambahan seperti unit freezer dan perangkat komputer dari pusat," kata Salsabila.

Menurut Salsa, pasokan beras dan kebutuhan pokok lainnya akan disalurkan oleh Agrinas setelah proses verifikasi dan validasi selesai.

Dengan demikian, kesiapan bangunan dan perlengkapan belum serta-merta berarti gerai sudah dapat menjalankan seluruh layanan secara reguler.

Kondisi tersebut memperlihatkan bahwa tantangan pembukaan koperasi tidak hanya terletak pada penyediaan bangunan, tetapi juga pada kesiapan rantai pasok dan kelengkapan operasional.

Tim Pengawas KDKMP Pusat, Kolonel Inf Mus Mulyadi menilai, pemerintah daerah dan pengelola setempat telah menunjukkan komitmen dalam menyiapkan fasilitas dasar koperasi.

Gerai, gudang dan sarana penunjang lainnya menjadi bagian dari persiapan tersebut.

Meski demikian, Mulyadi mengakui masih ada perlengkapan yang harus dipenuhi secara bertahap.

Mulyadi berharap, koperasi dapat berperan lebih dari sekadar tempat penjualan kebutuhan pokok.

Keberadaannya diharapkan menjadi ruang pemasaran bagi usaha mikro, kecil dan menengah serta menampung hasil bumi daerah.

Untuk mempercepat persiapan operasional, pengelola diminta mengidentifikasi kebutuhan riil warga, mulai dari beras, minyak goreng hingga komoditas pokok lainnya.

Data kebutuhan itu diperlukan agar distribusi barang oleh Agrinas dapat disesuaikan dengan permintaan masyarakat.

"Harapan kita, dengan hadirnya gerai ini masyarakat tidak lagi kesulitan mendapatkan bahan pokok dengan harga sesuai Harga Eceran Tertinggi atau HET," ujar Mulyadi.

Mulyadi juga berharap, keberadaan koperasi dapat memperpendek rantai distribusi, sehingga transaksi menjadi lebih transparan dan memberikan manfaat ekonomi bagi warga.

Namun, manfaat tersebut pada akhirnya akan bergantung pada kemampuan koperasi menyediakan barang secara konsisten, menetapkan harga sesuai ketentuan dan menjangkau kebutuhan masyarakat.

Persoalan kesiapan operasional juga terlihat di KDKMP Kelurahan Randugunting, Kota Tegal.

Meski hasil evaluasi teknis menunjukkan fasilitas koperasi dinilai cukup, operasional gerai belum berjalan secara reguler.

Lurah Randugunting, Zadiar Muhammad Firdaus mengatakan, pengelola saat ini menggunakan sistem pemesanan untuk mengakomodasi kebutuhan warga.

"Kalau untuk operasional penuh memang belum berjalan secara reguler. Namun, kami menyiasatinya dengan menggunakan sistem permintaan terlebih dahulu guna mengakomodasi kebutuhan warga," kata Zadiar.

Baca Juga: Bupati Tegal Apresiasi Bakti TNI AD di Banyumas dan Kebumen Percepat Pembangunan

Menurut Zadiar, langkah berikutnya adalah memperkuat strategi pemasaran dan menyiapkan skema distribusi barang.

Upaya tersebut diperlukan agar keberadaan koperasi tidak berhenti pada tersedianya fasilitas, tetapi benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.

Zadiar berharap, koperasi dapat menyediakan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau sesuai HET. Dengan pasokan yang terjaga, koperasi diharapkan ikut membantu mempertahankan daya beli warga.

Sementara itu, KDKMP Mintaragen direncanakan memiliki dua layanan utama, yakni gerai sembako dan layanan kesehatan berupa klinik.

Akan tetapi, pengelola memprioritaskan pembukaan gerai sembako pada tahap awal.

Menurut Salsabila, layanan klinik masih berupa prototipe dan pelaksanaannya menunggu petunjuk teknis serta petunjuk pelaksanaan dari Agrinas dan kementerian terkait.

"Kami masih merapikan area dan menyelesaikan daftar pemeriksaan kelengkapan sebelum gerai sembako diresmikan," ucap Salsabila.***

Artikel Terkait