Kepala DPUPR Kabupaten Tegal Ungkap Penyebab Jembatan Kalierang Ambruk

Senin, 15 September 2025 | 05.33
Kepala DPUPR Kabupaten Tegal Ungkap Penyebab Jembatan Kalierang Ambruk

SLAWI, puskapik.com – Ambruknya jembatan lama Kalierang di Desa Cilongok, Kecamatan Balapulang, Kabupaten Tegal pada Minggu 14 September 2025 sekitar pukul 11.30 WIB, memunculkan berbagai spekulasi te...

SLAWI, puskapik.com – Ambruknya jembatan lama Kalierang di Desa Cilongok, Kecamatan Balapulang, Kabupaten Tegal pada Minggu 14 September 2025 sekitar pukul 11.30 WIB, memunculkan berbagai spekulasi tentang penyebab ambruknya jembatan penghubung antara Desa Cilongok dan Desa Karang Jambu itu. Usai mengecek lokasi kejadian jembatan Kalierang yang ambruk, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Tegal, Teguh Dwijanto menjelaskan penyebab ambruknya jembatan lama Kalierang. Menurut Teguh, jembatan Kalierang dibangun sejak puluhan tahun lalu. Kondisi itu membuat banyak bagian rangka baja yang korosi. Selain itu, tumpuan rol sudah tidak berfungsi dengan baik, dan struktur mengalami deformasi tinggi. Jadi ketika proses pelepasan bagian atas dilakukan, kekuatan jembatan tidak lagi mampu menahan. "Runtuhnya jembatan bukan disebabkan oleh kesalahan teknis pelaksanaan, melainkan karena faktor usia konstruksi yang sudah puluhan tahun," terang Teguh Dwijanto. Proses pembongkaran, lanjut Teguh, sudah sesuai tahapan, yakni pelepasan angin-angin atau bracing jembatan secara searah. Kondisi Material Rapuh Namun karena kondisi material yang sudah rapuh, jembatan kehilangan keseimbangan hingga ambruk. “Ini murni karena faktor usia. Jadi bukan kesalahan teknis. Bisa dibilang kebetulan saat dibongkar, struktur yang sudah lemah langsung runtuh,” imbuhnya. Pembangunan Jembatan Kalierang sendiri telah dimulai sejak 27 Juni 2025 dengan masa pelaksanaan 150 hari kalender. Pekerjaan tersebut menggunakan pagu anggaran Rp3 miliar dengan nilai kontrak Rp2,958 miliar. Target penyelesaian dijadwalkan pada 23 November 2025 dengan masa pemeliharaan 180 hari. Lingkup pekerjaan meliputi pembangunan jembatan rangka baja tipe B dengan bentang sepanjang 60 meter. Jembatan ini nantinya akan menjadi akses penting yang menghubungkan tiga kecamatan, yakni Balapulang, Bojong, dan Jatinegara. “Kalau sudah selesai, manfaatnya akan sangat besar untuk mobilitas masyarakat dan distribusi hasil pertanian. Jadi proyek ini tetap kita lanjutkan dengan pengawasan ketat agar selesai tepat waktu,” tandas Teguh.***

Artikel Terkait