Kesempatan Datang Bagi yang Bergerak, Pesan Sudirman Said di PKKMB Tegal

Rabu, 16 September 2026 | 09.16 WIB
Rektor Universitas Harkat Negeri, Sudirman Said, memberikan motivasi kepada mahasiswa baru dalam PKKBM di Kampus Mataram, Rabu 16 September 2026.
Rektor Universitas Harkat Negeri, Sudirman Said, memberikan motivasi kepada mahasiswa baru dalam PKKBM di Kampus Mataram, Rabu 16 September 2026.

Sudirman Said memotivasi mahasiswa baru Universitas Harkat Negeri agar tidak menjadikan keterbatasan sebagai penghalang meraih prestasi melalui kerja keras dan kegigihan.

TEGAL, puskapik.com - Rektor Universitas Harkat Negeri, Sudirman Said, mengajak mahasiswa baru untuk tidak memandang keterbatasan sebagai penghalang dalam meraih prestasi.

Dalam pembekalan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru atau PKKMB 2026 di Kampus Mataram, Kota Tegal, Rabu 16 September 2026, Sudirman mencontohkan bagaimana negara kecil seperti Tanjung Verde mampu menembus Piala Dunia 2026.

Menurut Sudirman, posisi sebuah daerah atau institusi tidak selalu menentukan capaian.

Baca Juga: Jawa Tengah Jadi Tujuan Investasi Global, Investor Dubai Incar Proyek Mini Refinery Senilai Rp5 Triliun

Sudirman menyebut, Kota Tegal berada pada kategori kedua atau ketiga, berbeda dengan kota besar seperti Semarang dan Yogyakarta. Namun, kondisi tersebut bukan alasan untuk tidak melompat lebih jauh.

"Negara kecil seperti Tanjung Verde bisa masuk Piala Dunia. Artinya, ukuran bukan segalanya," ujar Sudirman.

Sudirman berharap, Universitas Harkat Negeri dapat melampaui capaian tersebut melalui etos kerja, latihan yang konsisten, kekompakan, strategi, kreativitas dan semangat yang kuat.

Baca Juga: Investasi Baru di Brebes, PT Indorasaprima Fortuna Perkasa Buka Peluang Kerja

Dengan kombinasi itu, menurut pria kelahiran Brebes ini, prestasi besar bukan sesuatu yang mustahil diraih.

Dalam kesempatan itu, Sudirman juga berbagi pengalaman hidupnya.

Sudirman mengaku lahir dari latar belakang sederhana sebagai santri dan nyaris tidak menamatkan pendidikan tingkat SMP. Namun, Sudirman tetap bisa melanjutkan pendidikan hingga perguruan tinggi.

Sudirman sempat mengajak mahasiswa berdialog mengenai faktor yang menentukan kesuksesan.

Berbagai jawaban muncul, mulai dari pilihan jurusan hingga kemampuan akademik.

Namun, Sudirman menegaskan bahwa faktor utama terletak pada motivasi dan kegigihan.

"Seseorang bisa tumbuh bukan hanya dari nol, bahkan dari minus. Kuncinya ada pada motivasi, perjuangan, kesempatan serta doa," kata Sudirman.

Sudirman juga mengingatkan bahwa setiap usaha tetap perlu diiringi dengan keyakinan spiritual.

Menurut Sudirman, keberhasilan tidak lepas dari kehendak Tuhan.

Lebih lanjut, Sudirman menekankan pentingnya memanfaatkan setiap kesempatan selama masa kuliah.

Tugas, organisasi dan berbagai aktivitas kampus sebaiknya tidak dilihat sebagai beban, melainkan sebagai ruang belajar.

"Semakin banyak tugas, semakin banyak kesempatan belajar," ujar Sudirman.

Pengalaman itulah yang, menurut Sudirman, membawanya terus berkembang hingga menempuh pendidikan dari jenjang diploma hingga tingkat doktoral.

Sudirman pun mendorong mahasiswa baru untuk aktif bergerak dan tidak menunggu kesempatan datang begitu saja.

Kesempatan, kata Sudirman, akan hadir bagi mereka yang mau berusaha.

"Kesempatan selalu datang kepada siapa pun yang mau bergerak," kata Sudirman.

Di akhir pesannya, Sudirman menegaskan bahwa pendidikan merupakan bekal penting dalam menjalankan peran di masyarakat.

Namun, pendidikan saja tidak cukup tanpa usaha yang konsisten.

Dengan semangat, kerja keras dan kolaborasi, Sudirman meyakini mahasiswa dari kampus mana pun, termasuk di kota yang tidak besar, tetap memiliki peluang yang sama untuk meraih kesuksesan.

Artikel Terkait