Tari Ambu Sakanti Wakili Jawa Tengah di Festival Budaya Kota Tua Jakarta

Senin, 19 Oktober 2026 | 15.53 WIB
Colour of Culture Festival 2026 diselenggarakan Indonesia Tourist Information Center bersama Forum Komunikasi Penghubung Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia atau FORKAPPSI di kawasan Taman Fatahillah, Kota Tua, Jakarta, Minggu 18 Oktober 2026.
Colour of Culture Festival 2026 diselenggarakan Indonesia Tourist Information Center bersama Forum Komunikasi Penghubung Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia atau FORKAPPSI di kawasan Taman Fatahillah, Kota Tua, Jakarta, Minggu 18 Oktober 2026.

Tari Ambu Sakanti dari Kota Tegal mewakili Jawa Tengah dalam Colour of Culture Festival 2026 di Kota Tua Jakarta, sekaligus memperkenalkan budaya masyarakat pesisir.

TEGAL, puskapik.com - Tari Ambu Sakanti, tari kreasi berbasis budaya Kota Tegal, tampil mewakili Provinsi Jawa Tengah dalam ajang Colour of Culture Festival atau CoCF 2026 di kawasan Taman Fatahillah, Kota Tua, Jakarta, Minggu 18 Oktober 2026.

Penampilan tersebut menjadi kesempatan bagi Kota Tegal, untuk memperkenalkan kekayaan seni budaya daerah, kepada masyarakat luas dalam festival yang berlangsung selama tiga hari, 16-18 Oktober 2026.

Kota Tegal mendapat kepercayaan dari Badan Penghubung Provinsi Jawa Tengah untuk menjadi salah satu pengisi acara.

Baca Juga: Cetak Sejarah Baru, AKBP Febriyani Aer Jadi Polwan Pertama yang Jabat Kapolres Tegal

Penampilan Tari Ambu Sakanti dibawakan oleh Sanggar Perwitasari.

Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tegal, Hermawan Fajar Arisandi mengatakan, pihaknya bangga dapat membawa kesenian Kota Tegal ke panggung festival yang diikuti perwakilan dari berbagai provinsi di Indonesia tersebut.

Menurut Fajar, Tari Ambu Sakanti bukan sekadar pertunjukan seni, melainkan juga representasi kehidupan masyarakat Kota Tegal yang memiliki keterikatan kuat dengan laut.

Baca Juga: Bantu Petani Demak Tanam Hingga 3 Kali Setahun, Ahmad Luthfi Pastikan Normalisasi Saluran Irigasi Lancar

Nama Ambu Sakanti memiliki makna tersendiri. Dalam bahasa Jawa Kuno, ambu berarti air, sedangkan sakanti bermakna cahaya.

Tarian ini menggambarkan kehidupan masyarakat pesisir, khususnya nelayan, yang berani menghadapi gelombang, bekerja sama dalam mencari ikan serta memiliki semangat kerja keras dan pantang menyerah.

Di balik perjuangan tersebut, masyarakat nelayan juga digambarkan sebagai kelompok yang religius.

Laut menjadi sumber penghidupan yang mengantarkan mereka pada kehidupan yang lebih baik.

"Pemerintah Kota Tegal menampilkan Tari Ambu Sakanti, yaitu tari kreasi berbasis budaya Kota Tegal," ujar Fajar.

Fajar berharap, keikutsertaan dalam festival tersebut dapat memperluas pengenalan seni budaya Kota Tegal, sekaligus menjadi bagian dari upaya pelestarian warisan budaya daerah.

Kepala Badan Penghubung Provinsi Jawa Tengah, Risturino, mengapresiasi penampilan Sanggar Perwitasari yang membawakan Tari Ambu Sakanti dalam festival tersebut.

Risturino menyampaikan terima kasih kepada para penari yang telah menampilkan pertunjukan dengan baik sekaligus membawa kesenian Kota Tegal untuk mewakili Jawa Tengah.

"Adik-adik semua tampil begitu bagus. Terima kasih, semoga ke depannya lebih baik lagi," ujar Risturino.

Artikel Terkait