Tegal Berpeluang Punya Sirkuit Balap Bertaraf Nasional, Ini Harapan Dedy Yon

Sabtu, 7 November 2026 | 06.46 WIB
Ketua IMI Jawa Tengah, Frits Yohanes, melantik pengurus IMI Kota Tegal periode 2026-2030 di Pendopo Ki Gede Sebayu, Jumat 6 November 2026.
Ketua IMI Jawa Tengah, Frits Yohanes, melantik pengurus IMI Kota Tegal periode 2026-2030 di Pendopo Ki Gede Sebayu, Jumat 6 November 2026.

Kota Tegal berpeluang miliki sirkuit balap nasional. Wali Kota Dedy Yon sebut fasilitas ini penting untuk bina atlet dan tekan aksi balap liar di jalanan.

TEGAL, puskapik.com - Kota Tegal berpeluang memiliki sirkuit otomotif bertaraf nasional.

Wali Kota Tegal, Dedy Yon Supriyono, mengungkapkan harapannya agar fasilitas tersebut dapat diwujudkan untuk mendukung pembinaan atlet sekaligus menjadikan Kota Bahari sebagai salah satu destinasi penyelenggaraan event otomotif.

Gagasan tersebut disampaikan Dedy Yon saat menghadiri pelantikan pengurus Ikatan Motor Indonesia atau IMI Kota Tegal periode 2026-2030 di Pendopo Ki Gede Sebayu, Jumat 6 November 2026.

Baca Juga: Ratusan Siswa SD di Moga Pemalang Dapat Bantuan Perlengkapan Sekolah

Menurut Dedy Yon, keberadaan sirkuit representatif akan memberikan ruang bagi pembinaan atlet otomotif secara lebih profesional dan berkelanjutan.

Selain itu, fasilitas tersebut berpotensi menjadi lokasi penyelenggaraan berbagai kejuaraan, baik tingkat regional maupun nasional.

"Dengan fasilitas tersebut, Kota Tegal tidak hanya menjadi tempat tumbuhnya atlet-atlet otomotif berprestasi, tetapi juga berpeluang menjadi salah satu destinasi penyelenggaraan event otomotif yang mampu menarik peserta, komunitas, dan pengunjung dari berbagai daerah," ujar Dedy Yon.

Baca Juga: Sumur Bor Baru Dibangun, Warga Purwodadi Brebes Segera Terbebas dari Krisis Air Bersih

Meski demikian, Dedy Yon menyadari pembangunan sirkuit membutuhkan persiapan yang tidak sederhana.

Diperlukan perencanaan matang, kajian kelayakan, dukungan berbagai pihak serta sinergi antara pemerintah daerah, IMI, dunia usaha dan pemangku kepentingan lainnya.

Dedy Yon berharap, IMI Kota Tegal dapat memberikan gagasan dan masukan konstruktif untuk merealisasikan cita-cita tersebut.

Ketua IMI Kota Tegal, Abdul Kadir menyambut pentingnya pengembangan olahraga otomotif di daerah.

Menurut Ading, sapaan akrabnya, Kota Tegal memiliki sejarah panjang dalam penyelenggaraan berbagai kegiatan otomotif.

IMI di wilayah Tegal mulai terbentuk pada 2005 sebagai Korwil Pekalongan. Pada masa itu, berbagai kejuaraan rutin digelar, bahkan Kota Tegal pernah menjadi tuan rumah motocross internasional yang diikuti peserta dari 27 negara.

"Dulu setiap tahun ada dua sampai tiga event. Bahkan, motocross internasional dengan peserta dari 27 negara pernah tiga kali digelar. Tegal menjadi kota event," kata Ading.

Ading menyebutkan, potensi otomotif di Kota Tegal juga terlihat dari keberadaan sekitar 20 klub otomotif. Selain itu, terdapat pembalap muda yang mulai dibina sejak usia dini.

Komunitas otomotif juga aktif menyelenggarakan kegiatan di luar kompetisi balap.

Salah satunya melalui pameran otomotif yang digelar Tegal Auto Club Mania atau TACM. Pameran pada 2025 lalu bahkan dihadiri ribuan pecinta otomotif.

Sebagai langkah awal kepengurusan baru, IMI Kota Tegal juga menyiapkan event road race di kawasan Alun-alun Kota Tegal pada Desember 2026 mendatang.

Sementara itu, Ketua IMI Jawa Tengah, Frits Yohanes berharap, kepengurusan IMI Kota Tegal dapat meningkatkan pembinaan atlet otomotif sehingga mampu berpartisipasi dalam Pekan Olahraga Provinsi Jawa Tengah.

Menurut Frits, masih banyak kabupaten kota yang belum mengikuti kompetisi olahraga otomotif dalam ajang tersebut.

Frits juga menyoroti pentingnya fasilitas latihan bagi pembalap.

Frits mencontohkan pembalap Indonesia, Veda Ega Pratama, yang pernah berlatih di kawasan Pasar Sapi sebelum dikenal di kancah internasional.

Sementara itu, Dedy Yon mengingatkan bahwa pengembangan olahraga otomotif harus berjalan seiring dengan kesadaran keselamatan berlalu lintas.

IMI diharapkan menjadi pelopor budaya berkendara yang aman, tertib, disiplin dan bertanggung jawab.

Penyaluran hobi otomotif harus dilakukan melalui kegiatan resmi di tempat yang sesuai, bukan melalui balapan liar yang membahayakan diri sendiri maupun orang lain.

Pemerintah Kota Tegal, lanjut Dedy Yon, menyambut baik keberadaan IMI sebagai mitra strategis dalam pengembangan olahraga, kepemudaan, pariwisata dan perekonomian masyarakat. **

Artikel Terkait