Tujuh Mahasiswa UPS Tegal Dikirim ke KBRI Kuala Lumpur

Selasa, 31 Maret 2026 | 19.45 WIB
Tujuh mahasiswa UPS Tegal berfoto bersama Rektor UPS Tegal Prof Dr Taufiqulloh MHum, Wakil Rektor, Dekan dan dosen pembimbing, sebelum berangkat  untuk melaksanakan KKN Internasional di KBRI Kuala Lumpur, Malaysia.
Tujuh mahasiswa UPS Tegal berfoto bersama Rektor UPS Tegal Prof Dr Taufiqulloh MHum, Wakil Rektor, Dekan dan dosen pembimbing, sebelum berangkat untuk melaksanakan KKN Internasional di KBRI Kuala Lumpur, Malaysia.

Tujuh mahasiswa UPS Tegal diberangkatkan ke KBRI Kuala Lumpur untuk KKN Internasional, dampingi pendidikan anak Indonesia, tingkatkan pengalaman global.

TEGAL,puskapik.com - Sebanyak tujuh mahasiswa Universitas Pancasakti (UPS) Tegal, dikirim ke KBRI Kuala Lumpur Malaysia, untuk melaksanakan program pengabdian masyarakat di bidang pendidikan, sebagai bagian dari kegiatan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Internasional.

Kegiatan yang berlangsung mulai tanggal 1 hingga 28 April 2026 itu, merupakan inisiasi hasil kerja sama strategis antara LLDIKTI Wilayah VI Jateng, dengan KBRI Kuala Lumpur.

Fokus utama kegiatan diarahkan pada sektor pendidikan bagi anak-anak Indonesia di Malaysia, termasuk undocumented children yang menempuh pendidikan sekolah Indonesia di negeri Jiran tersebut.

Baca Juga: Bukan Sekadar Tren, Kafe di Bumiayu Bertahan dan Jadi Gaya Hidup

''Meski ini merupakan kegiatan pengabdian masyarakat, tapi nuansanya akan berbeda di banding kegiatan serupa yang selama ini digelar di Indonesia. Di sisi lain, partisipasi dalam KKN Internasional merupakan langkah penting untuk mencetak lulusan yang berwawasan luas,'' terang Rektor UPS Tegal Prof Dr Taufiqulloh MHum, saat melepas keberangkatan tujuh mahasiswa itu, kemarin.

Menurut Rektor UPS Tegal, mahasiswa yang mengikuti kegiatan tersebut, selain akan mendapatkan pengalaman internasional yang menarik, juga diharapkan dapat membentuk mahasiswa menjadi duta bangsa yang mampu membawa nilai-nilai positif Indonesia, sekaligus memperkuat jejaring internasional universitas di bidang pengabdian masyarakat.

Baca Juga: Pelantikan PMI Banyumas 2026–2031, Bupati Sadewo Tekankan Kesiapsiagaan dan Layanan Kemanusiaan

Ketujuh mahasiswa yang mengikuti kegiatan pengabdian masyarakat di negeri tetangga itu, berasal dari mahasiswa berbagai latar belakang keilmuan.

Seperti dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Prodi Bimbingan dan Konseling. Yakni, Ajeng Regita Cahyani, Alifta Nur Lutvia, Novi Arini Hidayati, dan Yovi Lucky Tifano.

Kemudian satu lagi dari FKIP Prodi Pendidikan Ekonomi, Maia Dynar Havsari dari program studi Pendidikan Ekonomi. Dua mahasiswa lagi dari Fakultas Hukum Prodi Ilmu Hukum, Marsha Rizkita Putri dan Nayla Hudayah.

Menambah Pengalaman

Rektor UPS mengungkapkan, pengalaman internasional penting dimiliki mahasiswa di era global seperti sekarang.

Selain akan menambah pengalaman, wawasan dan pengetahuan, juga menjadikan peran mahasiswa kian bertambah.

Yakni, tak hanya di dalam negeri, tapi mampu berkiprah di kancah internasional.

Karena itulah, dalam program internasionalisasi kampus, pihaknya tak hanya menggelar kegiatan yang bersifat pengabdian masyarakat seperti KKN Internasional.

Tapi kuliah kerja lapangan (KKL), juga tiap tahun dilakukan. Dengan mengirim mahasiswa dari sejumlah fakultas dan prodi, untuk praktik kerja di sejumlah perusahaan di negara lain.

Itu dinilainya akan menambah kualitas ilmu pengetahuan dan ketrampilan.

Perlu diketahui, untuk kegiatan KKN internasional tersebut, sepenuhnya ditangani UPT Kerja Sama dan Urusan Internasional (KUI) UPS Tegal.

Sebagai unit yang membidangi hubungan luar negeri, UPT KUI berperan penting dalam memastikan seluruh tahapan persiapan, pemberangkatan, hingga pelaksanaan program berjalan sesuai dengan standar pengabdian internasional.

Di sisi lain, program pengabdian lintas negara tersebut, merupakan hasil kerja sama strategis antara LLDIKTI Wilayah VI Jateng, dengan KBRI Kuala Lumpur.

Fokus utama kegiatan diarahkan pada sektor pendidikan bagi anak-anak Indonesia di Malaysia, termasuk undocumented children yang menempuh pendidikan di Sekolah Indonesia Kuala Lumpur.

Selama masa kegiatan pengabdian, mahasiswa akan terlibat langsung dalam berbagai aktivitas edukatif. Mulai dari pendampingan belajar, penguatan literasi, hingga program pengembangan karakter siswa.

Selain misi sosial, program tersebut dirancang sebagai wadah bagi mahasiswa untuk memperdalam kemampuan komunikasi lintas budaya dan kepemimpinan di lingkungan yang berbeda.

Dengan demikian, mahasiswa diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata dalam menangani isu-isu pendidikan di kancah global. **

Artikel Terkait