Waspada Lonjakan Campak Jelang Lebaran, Kota Tegal Catat Puluhan Kasus Suspek

Rabu, 18 Maret 2026 | 12.32 WIB
Kepala Dinas Kesehatan Kota Tegal, M Zaenal Abidin.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Tegal, M Zaenal Abidin.

Kasus suspek campak di Kota Tegal meningkat jelang Lebaran 2026, warga diimbau waspada dan lengkapi imunisasi guna cegah penularan.

TEGAL, puskapik.com - Lonjakan kasus Campak di sejumlah wilayah Indonesia menjelang Lebaran 2026 menjadi perhatian serius pemerintah.

Di tengah tren mudik, Kota Tegal turut mencatat peningkatan kasus suspek, meski belum ada yang terkonfirmasi laboratorium hingga Februari 2026.

Kementerian Kesehatan mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penularan campak, terutama di tengah meningkatnya mobilitas dan potensi kerumunan selama periode mudik dan libur lebaran.

Baca Juga: Dedy Yon Tiadakan Open House Lebaran, Halal Bihalal Digelar Usai ASN Masuk

Kepala Dinas Kesehatan Kota Tegal, M Zaenal Abidin, mengungkapkan bahwa hingga Februari 2026 terdapat 45 kasus suspek campak di Kota Tegal.

Angka ini meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang mencatat 35 kasus suspek, dengan 5 kasus di antaranya terkonfirmasi secara laboratorium.

"Untuk saat ini di Kota Tegal masih sebatas suspek, belum ada yang terkonfirmasi. Namun trennya memang meningkat dibanding tahun lalu," ujar Zaenal kepada puskapik.com, Rabu 18 Maret 2026.

Menurut Zaenal, campak merupaka

Baca Juga: Perkuat Pengamanan Arus Mudik, Ratusan Personel Satpol PP Brebes Ditejunkan

n penyakit menular yang disebabkan virus dan menyebar melalui percikan saluran pernapasan seperti batuk dan bersin.

Gejalanya meliputi demam tinggi, batuk, pilek, mata merah berair hingga muncul ruam merah yang menyebar dari kepala ke seluruh tubuh.

Zaenal menegaskan, campak bukan penyakit ringan karena berpotensi menimbulkan komplikasi serius seperti pneumonia hingga ensefalitis.

Zaenal menekankan bahwa imunisasi menjadi langkah pencegahan paling efektif, khususnya imunisasi campak-rubella (MR) yang diberikan dalam dua dosis pada usia 9 bulan dan 18 bulan, serta satu dosis tambahan saat anak duduk di kelas 1 SD.

"Imunisasi lengkap adalah perisai utama dalam melindungi anak-anak dari infeksi campak, apalagi di masa mudik Lebaran yang rawan penularan," jelas Zaenal.

Selain imunisasi, masyarakat juga diimbau menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat atau PHBS, seperti mencuci tangan dengan sabun, menerapkan etika batuk serta menggunakan masker di kerumunan.

Zaenal juga meminta orang tua untuk tidak memaksakan anak bepergian saat sakit dan segera memeriksakan ke fasilitas kesehatan jika muncul gejala campak.

Pemerintah Kota Tegal, lanjut Zaenal, berkomitmen mencegah terjadinya kejadian luar biasa atau KLB campak.

Namun, keberhasilan pengendalian sangat bergantung pada partisipasi masyarakat.

"Cakupan imunisasi MR minimal 95 persen sangat penting untuk membentuk kekebalan kelompok dan mencegah penyebaran campak lebih luas," kata Zaenal.

Artikel Terkait