Cetak Kader Konservasi Alam, BPI Batang dan Dinas Kehutanan Jateng Gelar Diklat

Kamis, 23 Juli 2026 | 11.33
Konservasi Alam
Peserta Diklat Teknis Pembentukan Kader Konservasi Alam Tingkat Pemula di Sidawung, Desa Tombo, Kecamatan Bandar, Kabupaten Batang.

Bhimasena Power Indonesia (BPI) Batang bersama Dinas Kehutanan Wilayah IV DLHK Jateng di Pekalongan menyelenggarakan Diklat Teknis Kader Konservasi Alam

BATANG, puskapik.com - PT Bhimasena Power Indonesia (BPI) Batang bersama Cabang Dinas Kehutanan (CDK) Wilayah IV Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Jateng di Pekalongan kolaborasi bersama menyelenggarakan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Teknis Pembentukan Kader Konservasi Alam Tingkat Pemula di Sidawung, Desa Tombo, Kecamatan Bandar, Kabupaten Batang.

Kegiatan itu upaya kolaboratif dalam menyiapkan sumber daya manusia yang memiliki kepedulian dan kemampuan teknis untuk menjaga kelestarian hutan serta keanekaragaman hayati secara berkelanjutan.

General Manager Stakeholder Relation PT BPI, Aryamir H Sulasmoro mengatakan, keterlibatan perusahaan dalam kegiatan itu merupakan bagian dari komitmen BPI untuk mendukung pelestarian lingkungan di sekitar wilayah operasional.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Kota Tegal Hari Ini, Kamis 23 Juli 2026 Cerah Berawan, Aktivitas Masyarakat Diperkirakan Lancar

Kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat menjadi kunci dalam membangun kesadaran kolektif terhadap pentingnya menjaga keanekaragaman hayati.

“Melalui keterlibatan teman-teman pegiat lingkungan dan karyawan perusahaan dalam pelatihan itu, kami berharap lahir berbagai inisiatif pelestarian yang mampu menjaga keseimbangan ekosistem sekaligus memperkuat kemandirian masyarakat dalam mengelola lingkungan,” tandasnya.

Kepala Cabang Dinas Kehutanan Wilayah IV DLHK Provinsi Jateng Gunawan menuturkan kegiatan diikuti 20 peserta terdiri atas pegiat lingkungan Desa Tombo, komunitas konservasi burung dari Desa Pacet, serta perwakilan karyawan PT BPI.

Selama tiga hari pelaksanaan, peserta memperoleh materi dari berbagai instansi dan praktisi yang kompeten di bidangnya.

Pada hari pertama, peserta menerima materi mengenai kehutanan umum, pembinaan cinta alam, dasar-dasar konservasi, serta pengenalan flora dan fauna Indonesia.

Pelatihan dilanjutkan dengan materi kepemimpinan, dasar ekologi, pengelolaan wisata alam, hingga penanggulangan keadaan darurat dan pencarian serta pertolongan (SAR).

Baca Juga: Kuasa Hukum Korban Datangi Satlantas Polres Pekalongan Kota, Serahkan Surat Permohonan Pertimbangan dan Penilaian Hukum

Sebagai puncak kegiatan, peserta mengikuti praktik lapangan di kawasan hutan Desa Tombo untuk melakukan identifikasi flora dan fauna serta survei dan monitoring tumbuhan dan satwa liar (TSL) yang dipandu oleh KPA Haliaster Departemen Biologi Universitas Diponegoro.

Penggerak Pelestarian Lingkungan

Melalui pelatihan tersebut, peserta diharapkan tidak hanya memperoleh sertifikat kader konservasi tingkat pemula, tetapi juga mampu menjadi penggerak pelestarian lingkungan di daerah masing-masing.

“Sinergi antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat diharapkan dapat memperkuat upaya konservasi sekaligus mendukung terwujudnya pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan demi menjaga kelestarian lingkungan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Batang,"tandasnya, Rabu (22/7/2026).

Halaman 1 dari 2

Artikel Terkait