Pemkab Batang Beri Bantuan Pendamping Pasien Korban Keracunan MBG, Ini Besarannya

Selasa, 29 September 2026 | 21.30 WIB
penyaluran bantuan penunggu pasien korban MBG Batang
Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Batang, Wilopo menyalurkan santunan bagi penunggu pasien korban keracunan MBG.

Bupati Batang, M. Faiz Kurniawan, mengambil langkah cepat mengucurkan bantuan operasional untuk penunggu korban keracunan MBG yang masih menjalani perawatan.

BATANG, puskapik.com - Bupati Batang, M. Faiz Kurniawan, mengambil langkah cepat dengan mengucurkan bantuan operasional untuk penunggu korban keracunan MBG yang masih menjalani perawatan.

Penyaluran dana pendampingan tersebut diterjunkan langsung melalui Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Batang, Wilopo, yang menyisir fasilitas medis tempat para korban dirawat.

Tahap awal penyerahan dipusatkan bagi para keluarga yang setia menjaga pasien di Puskesmas Bawang.

Baca Juga: Sajam Panjang Disiapkan untuk Tawuran, Polisi Bongkar Gengster di Kendal

Wilopo menegaskan bahwa sasaran utama dari alokasi bantuan ini ditujukan khusus bagi anggota keluarga yang harus meninggalkan aktivitas hariannya demi mendampingi korban di ruang rawat inap.

“Yang jelas disalurkan itu untuk pasien, penunggu keluarga pasien rawat inap,” kata Wilopo.

Dalam skema penyalurannya, bantuan diberikan dengan batasan satu orang penunggu untuk setiap pasien.

Kebijakan ini berlaku mengikat, sehingga jika dalam satu rumah tangga terdapat lebih dari satu anggota keluarga yang dirawat, hak penerimaan bantuan tetap diwakilkan oleh satu orang pendamping.

Mengenai besaran dana yang diterima, pemerintah menetapkan angka rata-rata sebesar Rp400 ribu per penunggu pasien. Hitungan ini disesuaikan dengan kalkulasi durasi perawatan medis yang dijalani para korban. Wilopo merincikan bahwa estimasi bantuan telah mematok tarif Rp250 ribu untuk masa rawat dua hari, Rp325 ribu untuk tiga hari, dan mencapai Rp400 ribu bagi pasien yang harus menginap hingga empat hari.

“Rata-rata kita samakan Rp400 ribu,” ujarnya.

Bergerak dari Puskesmas Bawang, tim Dinsos Batang juga bergerak cepat menyisir fasilitas kesehatan pendukung lainnya, seperti Rumah Sakit Limpung. Berdasarkan pendataan awal di RS Limpung, terdeteksi ada sekitar 10 pasien yang tengah mendapatkan penanganan. Namun, tidak seluruhnya otomatis memenuhi kriteria sebagai penerima dana pendampingan.

“Kalau rawat jalan, periksa kemudian pulang, itu tidak masuk kategori. Yang jelas untuk pasien dan penunggu keluarga pasien rawat inap,” terangnya.

Baca Juga: Cerita Warga Limpung Batang Tukar Uang Lusuh di Pegadaian, Kemitraan BI Tegal

Dinsos Batang memastikan proses verifikasi data di lapangan bergerak dinamis mengikuti perkembangan kondisi pasien di setiap rumah sakit maupun puskesmas. Penyisiran akan terus dilakukan sampai seluruh penunggu pasien yang memenuhi kriteria terjangkau bantuan secara merata.

Langkah taktis ini diharapkan mampu menjadi penopang kecil di tengah ujian kesehatan yang dialami para korban dan keluarganya.

“Harapannya semoga lekas sembuh. Mudah-mudahan bantuan ini bisa memberi manfaat bagi yang menerima, walaupun sedikit,” pungkasnya.***

Artikel Terkait