Proyek TPST Sentul di Batang Terkena Efisiensi, Kapasitas Pengolahan Sampah Dipangkas Separuh

Rabu, 6 Mei 2026 | 14.56
puskapik

Proyek TPST Sentul Batang terkena efisiensi, kapasitas pengolahan sampah turun dari 100 ton jadi 50 ton per hari, cakupan layanan ikut berkurang.

BATANG, puskapik.com - Rencana pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Sentul di Kecamatan Gringsing harus menyesuaikan diri dengan kondisi anggaran pusat.

Proyek strategis yang diharapkan menjadi solusi darurat sampah di wilayah timur Kabupaten Batang ini mengalami efisiensi anggaran yang cukup signifikan dari Kementerian.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Batang Rusmanto mengungkapkan, bahwa perubahan anggaran ini berdampak langsung pada kapasitas mesin pengolah sampah yang akan dibangun.

Baca Juga: Siswa SMK Terduga Pelaku Pelecehan Seksual di Pemalang Ternyata Ketua OSIS

Awalnya, TPST Sentul diproyeksikan mampu mengolah 100 ton sampah per hari, namun kini angka tersebut harus dikurangi menjadi 50 ton per hari.

“Untuk anggarannya nanti ada efisiensi. Jadi dengan adanya efisiensi itu, nanti ada penurunan untuk kapasitas pengolahannya. Berdasarkan hasil koordinasi dengan kementerian terkait, anggaran yang semula direncanakan mencapai Rp120 miliar, kini mengalami rasionalisasi menjadi sekitar Rp59 miliar,” katanya saat ditemui di Kantornya, Rabu (6/5/2026).

Meski secara angka menurun drastis, Rusmanto memastikan proses lelang tetap berjalan sesuai jadwal.

Baca Juga: Kurasi Produk Diperketat, UMKM Pekalongan Digenjot Masuk Minimarket

Progresnya ini sudah masuk di pelelangan di kementerian. Nanti Insyaallah di bulan Mei ini sudah ditenderkan. Persiapannya di sana sekarang sudah pengujian kekuatan tanah.

“Pemangkasan kapasitas ini tentu mengubah peta cakupan layanan. Jika awalnya TPST Sentul direncanakan mampu mengaver sampah dari delapan kecamatan di wilayah timur termasuk Gringsing, Banyuputih, hingga Limpung kini cakupannya diprediksi hanya mampu melayani separuhnya,” jelasnya.

Halaman 1 dari 2

Artikel Terkait