1.068 Ha Kawasan Pesisir Brebes Diterjang Abrasi, Menteri LH Aksi Tanam Mangrove

Sabtu, 4 Juli 2026 | 10.13 WIB
Menteri Lingkungan Hidup Mohammad Jumhur Hidayat bersama Wakil Bupati Brebes Wurja melakukan aksi tanam bibit mangrov di Kawasan Pesisir Desa Randusanga Kulon, Kecamatan Brebes.
Menteri Lingkungan Hidup Mohammad Jumhur Hidayat bersama Wakil Bupati Brebes Wurja melakukan aksi tanam bibit mangrov di Kawasan Pesisir Desa Randusanga Kulon, Kecamatan Brebes.

Sebanyak 1.068 hektare pesisir Brebes terdampak abrasi. Menteri LH bersama Pemkab menanam 2.045 bibit mangrove untuk memperkuat rehabilitasi kawasan pesisir.

BREBEBS, puskapik.com - Sekitar 1.068 hectare Kawasan pesisir di Kabupaten Brebes, saat ini kondirinya rusak akibat abrasi.

Untuk itu, upaya pemulihan kawasan pesisir dan pengendalian abrasi terus diperkuat Pemkab Brebes.

Komitmen tersebut ditandai dengan kegiatan penanaman mangrove bersama Menteri Lingkungan Hidup (LH) Mohammad Jumhur Hidayat, di Desa Randusanga Kulon, Kecamatan Brebes, Jumat (3/7/2026).

Baca Juga: Kapolres Kendal Ajak IMM Jadi Mitra Ciptakan Kamtibmas di Kabupaten Kendal

Aksi menanam 2.000 bibit mangrove itu merupakan bentuk nyata dari Gerakan Brebes ASRI. Kegiatan diawali apel bersama, yang dilanjutkan penanaman mangrove di garis pantai Randusanga Kulon.

Aksi itu juga diikuti Wakil Bupati Brebes Wurja bersama jajaran Forkopimda, perangkat daerah, komunitas lingkungan, pelajar, serta masyarakat pesisir.

Wakib Bupati Brebes, Wurja mengapresiasi kehadiran Menteri Lingkungan Hidup sebagai bentuk dukungan nyata pemerintah pusat terhadap upaya pelestarian lingkungan di wilayah pesisir Brebes.

Baca Juga: Plt. Bupati Pekalongan Sukirman Perkuat Komunikasi dengan Tokoh Masyarakat dan Aktivis

“Hari ini kita menanam 2.045 bibit mangrove. Kegiatan ini sederhana, tetapi sangat berarti karena dilaksanakan di salah satu wilayah yang saat ini menghadapi tekanan cukup berat akibat abrasi,” ujarnya.

Dia menjelaskan, panjang garis pantai di wilayah Kabupaten Brebes tercatat mencapai sekitar 63,63 kilometer. Kondisi kawasan pesisir Brebes saat ini tercatat sekitar 1.068 hektare mengalami abrasi.

Salah satunya, di wilayah pantai Randusanga Kulon, yang menghadapi ancaman abrasi cukup serius. Sedangkan wilayah pesisir yang mengalami sedimentasi sekitar 258 hektare.

"Kondisi abrasi yang serius juga terjadi di Desa Kaliwlingi. Luasan abrasi di kawasan ini sekitar 1.200 hektare. Sedangkan yang mengalami akresi mencapai 480 hektare," jelasnya.

Selain aksi kali ini, lanjut dia, lokasi penanaman di kawasan Muara Pemali Brebes merupakan Kawasan Bernilai Ekosistem Penting (KBEP) mangrove seluas kurang lebih 3.050 hektare.

Kawasan ini memiliki peran strategis dalam menjaga keseimbangan ekosistem, menahan abrasi, serta menopang kehidupan masyarakat pesisir.

"Pemkab Brebes kini terus mendorong rehabilitasi mangrove secara berkelanjutan. Hingga saat ini, penanaman mangrove di Brebes telah mencapai sekitar 578 hektare atau lebih dari 5,6 juta batang. Langkah itu hasil dari kolaborasi pemerintah, dunia usaha, komunitas, dan masyarakat," paparnya.

Menteri Lingkungan Hidup RI Mohammad Jumhur Hidayat menegaskan, penanaman mangrove bukan hanya langkah lokal menjaga pesisir.

Tetapi juga bagian dari gerakan global memulihkan bumi dari dampak perubahan iklim.

“Kita bersatu di tempat ini dalam rangka memuliakan bumi. Sekarang dunia resah karena bumi semakin panas dan emisi semakin banyak. Kita harus mengurangi emisi atau menyerap emisi yang sudah ada. Hari ini kita menjadi bagian dari upaya memulihkan mangrove Indonesia,” katanya.

Dia menjelaskan, dari sekitar 4,3 juta hektare kawasan mangrove di Indonesia, sekitar 30 persen atau hampir 800 ribu hektare mengalami kerusakan dan membutuhkan rehabilitasi.

Karena itu, pihaknya mengajak seluruh elemen masyarakat, dunia usaha, dan pemerintah daerah untuk bergotong royong melakukan penghijauan.

“Saya mengajak semua kelompok yang memiliki dukungan sumber daya untuk bergotong royong menanam mangrove atau tumbuhan apa pun dalam rangka menghijaukan bumi,” ujarnya.

Terkait perlindungan wilayah pesisir, Jumhur menilai, penanaman mangrove menjadi salah satu langkah nyata untuk menekan laju abrasi. Hal itu sekaligus memperkuat ekosistem pantai.

Upaya tersebut juga perlu didukung kebijakan lain. Termasuk pengelolaan lingkungan perkotaan melalui konservasi air tanah, pembuatan biopori, dan penanaman pohon. **