6 Bulan Kesulitan Air Bersih, Warga Taraban Brebes Terpaksa Andalkan Bantuan

6 bulan terdampak kemarau, warga Taraban Brebes kesulitan air bersih dan andalkan bantuan. Air sumur menyusut serta pasokan PDAM tidak lancar.
BREBES, puskapik.com – Selama enam bulan terakhir, warga Dukuh Igir Batu, Desa Taraban, Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes, kesulitan mendapatkan air bersih akibat kemarau.
Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, mereka terpaksa mengandalkan bantuan air dari sejumlah pihak.
Air bantuan diprioritaskan untuk kebutuhan paling penting, seperti minum dan memasak. Warga harus mengatur pemakaian agar persediaan yang diterima bisa mencukupi kebutuhan keluarga.
Wasilah, warga Dukuh Igir Batu, mengatakan, sumber air di lingkungannya mulai menyusut sejak kemarau. Sumur milik warga tak lagi bisa diandalkan, begitu pula sumur di pemandian umum yang debit airnya terus berkurang.
Kondisi air yang tersisa juga tidak memungkinkan untuk dikonsumsi karena berwarna kuning.
"Setiap kemarau memang begini. Air sumur menyusut dan warnanya kuning. Nanti kalau hujan sudah datang kembali normal," kata Wasilah.
Baca Juga: Polemik Harga Telur MBG di Kendal, Peternak Tagih Kejelasan Pengadaan SPPG Tlahap
Kesulitan warga bertambah karena pasokan air dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) juga tidak lancar. Indri, warga lainnya, mengatakan, air biasanya hanya mengalir pada malam hari.
Itu pun tidak semua pelanggan bisa menikmati pasokan air. Warga yang rumahnya jauh dari jaringan pipa kerap tidak kebagian air.
“Air hanya mengalir malam hari. Itu pun hanya diterima pelanggan yang dekat dengan jaringan. Sementara yang jauh dari jaringan pipa tidak kebagian air,” katanya.
Selama menghadapi kekeringan, warga telah menerima bantuan air bersih dari sejumlah pihak, di antaranya Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan sejumlah pihak lainnya.
Terbaru, Kejaksaan Negeri (Kejari) Brebes bersama Aslinmas menyalurkan 50.000 liter air bersih untuk ratusan keluarga di Dukuh Igir Batu, Kamis, 15 Oktober 2026.
Bantuan tersebut menambah persediaan air bagi warga yang masih kesulitan mendapatkan pasokan dari sumber air setempat maupun PDAM.
Meski demikian, warga tetap harus menghemat pemakaian sambil menunggu sumber air kembali normal setelah hujan turun."Harus digunakan sehemat mungkin," kata Wasilah. ***
Artikel Terkait

Pemprov Jateng Kumpulkan Ratusan Karya Riset Peneliti, Bakal Jadi Dasar Pembangunan

Polemik Harga Telur MBG di Kendal, Peternak Tagih Kejelasan Pengadaan SPPG Tlahap

Perkuat Perlindungan Pekerja Informal, Jateng Masuk Nominasi Jamsostek Award 2026
