77 Rumah Terdampak Banjir Sungai Keruh Bumiayu, Relokasi Syaratkan Warga Punya Lahan

Pemkab Brebes relokasi 77 rumah korban banjir Bumiayu lewat program Tuku Lemah Oleh Umah, bantu material bagi warga yang punya lahan aman.
BREBES, Puskapik.com – Sebanyak 77 rumah di Kecamatan Bumiayu terdampak banjir bandang Sungai Keruh yang terjadi pada 23 Januari dan 4 Februari 2026.
Rumah-rumah tersebut terdiri atas kategori hanyut dan rusak berat.
Sebaran rumah terdampak berada di Desa Penggarutan, Adisana, Dukuhturi, dan Kalierang.
Pemkab Brebes kini menggulirkan program relokasi bertajuk “Tuku Lemah Oleh Umah” bagi warga terdampak banjir tersebut. Program ini memungkinkan warga memperoleh bantuan pembangunan rumah layak huni dengan syarat menyediakan lahan terlebih dahulu.
Baca Juga: Puncak Arus Mudik Diprediksi Terjadi Dua Kali, Ini Langkah Polda Jateng
Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Brebes, Laode Vindar, mengatakan bantuan yang diberikan berupa material untuk membangun rumah baru di lokasi yang dinilai aman dan tidak berada di zona rawan bencana.
“Warga yang rumahnya rusak akan dibantu material. Syaratnya warga harus memiliki lahan dan Lokasinya harus aman, tidak lagi di bantaran sungai,” kata Laode saat Sosialisasi Pemenuhan Standar Pelayanan Minimal (SPM) Bidang Perumahan Terdampak Bencana dan Relokasi di Aula Kantor Desa Dukuhturi, Kecamatan Bumiayu, Rabu, 4 Maret 2026.
Bagi warga yang belum memiliki lahan, pemerintah membuka opsi fasilitasi pinjaman melalui penyedia dana untuk membantu pembelian tanah.
Sementara itu, Kasi Perumahan Dinperwaskim Brebes, Irfanuddin, menjelaskan warga yang bersedia mengikuti program diminta membuat surat pernyataan sebagai tahap awal pendataan dan verifikasi.
Pemkab Brebes berharap relokasi ini dapat memberikan kepastian hunian yang lebih aman bagi korban banjir serta mencegah risiko terdampak bencana serupa di masa mendatang.


