Ada Fosil Gajah Purba hingga Artefak, Ini Koleksi yang Akan Dipamerkan di Museum Purbakala Buton Brebes

Rabu, 26 Agustus 2026 | 16.01
Koleksi fosil dan artefak dari Situs Bumiayu, mulai kapak genggam hingga fosil gajah purba, mulai ditata di Museum Purbakala Buton, Desa Galuhtimur, Kecamatan Tonjong, Kabupaten Brebes.
Koleksi fosil dan artefak dari Situs Bumiayu, mulai kapak genggam hingga fosil gajah purba, mulai ditata di Museum Purbakala Buton, Desa Galuhtimur, Kecamatan Tonjong, Kabupaten Brebes.

Museum Purbakala Buton Brebes mulai ditata dengan koleksi fosil Situs Bumiayu, termasuk gajah purba, kapak genggam, serpih, dan artefak bersejarah lainnya.

BREBES, puskapik.com – Penasaran apa saja yang bisa dilihat nanti saat Museum Purbakala Buton di Desa Galuhtimur, Kecamatan Tonjong, Kabupaten Brebes, resmi dibuka?

Museum yang kini mulai ditata tersebut akan menampilkan berbagai koleksi fosil dari kawasan Situs Bumiayu.

Salah satu yang menarik adalah fosil gigi Sinomastodon bumiajuensis, salah satu jenis gajah purba yang pernah hidup di kawasan Bumiayu pada masa awal Pleistosen, jutaan tahun lalu.

Kehadiran Sinomastodon bumiajuensis menjadi bagian dari jejak fauna purba di kawasan Bumiayu yang dikenal memiliki catatan penelitian paleontologi sejak awal abad ke-20.

Baca Juga: PKS Kota Tegal Soroti Tempat Hiburan Malam, Wali Kota Cup Ikut Terseret

Tidak hanya Sinomastodon. Ada pula fosil gajah purba lainnya, yakni Stegodon dan Elephas.

Koleksi tersebut akan dipadukan dengan fosil vertebrata darat dan air, seperti kerbau purba serta moluska laut.

Sejumlah artefak pendukung, antara lain kapak genggam dan serpih, juga akan ditampilkan. Seluruh fosil dan artefak tersebut telah didata dan diidentifikasi oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) sebelum dipersiapkan untuk dipamerkan di museum.

Pamong Budaya Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Dinbudpar) Kabupaten Brebes, M Shopan, mengatakan koleksi museum berasal dari temuan para pelestari yang selama ini ikut menjaga tinggalan purbakala di kawasan tersebut.

Baca Juga: Libur Panjang Maulid Nabi, Semarang Jadi Tujuan Favorit Pelanggan dari Wilayah Pekalongan

“Yang kita tampilkan tidak hanya fosil, tetapi juga informasi mengenai perjalanan penelitian Situs Bumiayu,” kata Shopan.

Dengan demikian, pengunjung nantinya tidak hanya melihat benda-benda purbakala di balik kaca. Perjalanan penelitian Situs Bumiayu juga akan dikenalkan melalui sejumlah panel informasi yang mulai dipasang di dalam museum. Materinya antara lain mengenai sejarah penelitian, para peneliti, serta berbagai temuan purbakala dari kawasan Bumiayu.

Situs Bumiayu memiliki catatan panjang dalam penelitian paleontologi. Penelitian di kawasan tersebut telah berlangsung sejak dekade 1920-an.

Salah satu temuan penting Situs Bumiayu berasal dari Sungai Bodas, Dukuh Blendong, Desa Bumiayu. Pada 2019, di lokasi tersebut ditemukan fosil yang diidentifikasi sebagai Homo erectus. Temuan itu antara lain berupa caput femur serta rahang kanan bawah dengan gigi geraham dan akar gigi.

Shopan menambahkan, keberadaan museum merupakan bentuk komitmen Pemkab Brebes dalam merawat dan melestarikan tinggalan purbakala sekaligus mengembangkan potensi kepurbakalaan di Kabupaten Brebes. Kehadirannya diharapkan dapat menjadi sarana edukasi bagi masyarakat dan pelajar.

Halaman 1 dari 2

Artikel Terkait