Akhirnya Dibangun, Jembatan Garuda di Bantarkawung Pangkas Akses Warga ke Pasar dan Layanan Kesehatan

Peletakan batu pertama Jembatan Garuda di Bantarkawung, Brebes, menandai dimulainya pembangunan akses baru warga menuju pasar dan layanan kesehatan.
BREBES, puskapik.com — Warga Desa Bangbayang dan Bantarkawung, Kecamatan Bantarkawung, Kabupaten Brebes, akhirnya bisa bernapas lega.
Setelah bertahun-tahun harus menempuh jalur memutar untuk ke pasar maupun berobat, pembangunan Jembatan Garuda kini resmi dimulai.
Peletakan batu pertama dilakukan pada Selasa, 31 Maret 2026, dihadiri unsur Forkopimda, pemerintah daerah, TNI-Polri, hingga tokoh masyarakat. Momen ini menjadi tanda dimulainya harapan baru bagi warga di dua desa tersebut.
Baca Juga: BUMD Jateng Jadi Mesin PAD, Target Dividen Tumbuh 10,58 Persen per Tahun
Jembatan Garuda di Sungai Ciraja ini akan menghubungkan Desa Bangbayang dengan Bantarkawung, sekaligus memangkas waktu tempuh menuju pasar dan layanan kesehatan.
Selama ini, puluhan kepala keluarga harus menghadapi akses yang cukup sulit. Untuk menuju pusat kecamatan, mereka terpaksa mengambil rute yang lebih jauh, bahkan dalam kondisi mendesak seperti kebutuhan berobat. Kondisi ini tidak hanya menyita waktu, tetapi juga menyulitkan aktivitas ekonomi warga.
Pembangunan jembatan sepanjang 70 meter dengan lebar 1,2 meter ini merupakan bagian dari program TNI melalui Kodam IV/Diponegoro yang dilaksanakan oleh Kodim 0713/Brebes.
Baca Juga: Ning Nawal Minta Ipemi Jateng Bina UMKM Perempuan
Dandim 0713/Brebes Letkol Inf Ambariyantomo mengatakan, pembangunan jembatan ini bertujuan membuka keterisolasian wilayah sekaligus mempercepat distribusi hasil pertanian warga.
“Dengan adanya jembatan ini, kami berharap akses masyarakat menjadi lebih mudah dan distribusi hasil pertanian bisa lebih cepat, sehingga turut mendukung ketahanan pangan daerah,” ujarnya.
Kepala Desa Bangbayang, Ahmad Faizin, menyebut pembangunan Jembatan Garuda sebagai impian lama warga yang akhirnya terwujud. Ia menilai, jembatan ini akan sangat membantu aktivitas sehari-hari masyarakat.
“Anak-anak sekolah tidak perlu lagi menempuh perjalanan jauh, dan petani akan lebih mudah menjual hasil panennya. Ini sangat membantu kehidupan warga,” katanya.
Hal senada disampaikan Kepala Desa Bantarkawung, Ahmad Rifai Saefudin. Menurutnya, kehadiran Jembatan Garuda tidak hanya mempermudah akses, tetapi juga membuka peluang peningkatan ekonomi masyarakat. **
Artikel Terkait

Mudahkan Cari Pekerjaan di Brebes, Inovasi Yuh Ngasab Lur Raih Penghargaan Indeks Inovasi Daerah

14 Rumah Sakit Jalin Kerjasama Layanan Bangkit Disdukcapil Brebes

Bupati Brebes Pesan Anak Yatim Jangan Rendah Diri, 100 Anak di Paguyangan Terima Bansos
