Bantarkawung Festival 2026 Jadi Ruang Kreativitas Anak Muda

Minggu, 25 Oktober 2026 | 19.00 WIB
Pertunjukkan seni meriahkan Bantarkawung Festival 2026 di Alun alun Bantarkawung, Kabupaten Brebes.
Pertunjukkan seni meriahkan Bantarkawung Festival 2026 di Alun alun Bantarkawung, Kabupaten Brebes.

Bantarkawung Festival 2026 di Alun-alun Brebes hadirkan pertunjukan seni, job fair, dan pameran UMKM sebagai ruang kreativitas pemuda setempat.

BREBES, puskapik.com – Bantarkawung Festival 2026 digelar di Alun-alun Bantarkawung, Kabupaten Brebes, Sabtu 24 Oktober 2026, dengan menghadirkan beragam pertunjukan seni dan kegiatan masyarakat.

Acara itu menjadi ruang bagi anak muda untuk menampilkan kreativitas sekaligus mengenalkan budaya lokal. Kegiatan tersebut juga memadukan pentas seni dengan agenda ekonomi dan sosial.

Sanggar Binendrang Jipang menjadi penampil utama melalui pertunjukan khusus di panggung festival. Stan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) turut memperkenalkan produk lokal kepada pengunjung.

Agenda lain festival yang digelar mulai pukul 10.00 tersebut meliputi bioskop keliling, bursa kerja (job fair), layanan pembuatan Nomor Induk Berusaha (NIB), serta donor darah. Panitia juga memberikan santunan kepada 50 anak yatim melalui Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Brebes.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Brebes, Fajar Adi Widiarso, hadir mewakili Bupati Brebes. Dalam kesempatan itu, Adi mengapresiasi Andrian Igong, salah satu pemuda setempat yang menggagas Bantarkawung Festival 2026.

Baca Juga: Proyek Jalan Lingkar Penjalin Brebes Rp6,4 Miliar Segera Dikerjakan

"Festival semacam ini dapat membuka kesempatan bagi pelaku seni untuk berkarya sekaligus membantu menggerakkan ekonomi masyarakat," katanya.

Adi berharap kegiatan serupa dapat digelar rutin, bahkan setiap tiga bulan sekali. Dengan begitu, pelaku seni dan UMKM memiliki kesempatan lebih luas untuk menampilkan karya dan memasarkan produk mereka.

Sementara itu, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Brebes, Cecep Aji Suganda, mengatakan kegiatan budaya dapat memperkuat gotong royong dan kebanggaan masyarakat terhadap budaya lokal. Keterlibatan generasi muda, menurut dia, penting agar tradisi tetap terjaga di tengah perubahan zaman.

Fikri, warga Bantarkawung, mengaku senang dengan beragam agenda yang disuguhkan. Ia mengapresiasi santunan bagi 50 anak yatim dan berharap festival tersebut kembali digelar secara rutin.

Mengusung tema pelestarian budaya lokal dan pemberdayaan kreativitas pemuda, kegiatan itu didukung Dewan Kesenian Kecamatan Bantarkawung, Sanggar Lokal Bantarkawung, dan Komunitas Ekraf Bumiayu.

Sejumlah pejabat dan tokoh masyarakat turut hadir, termasuk Sekretaris Camat Bantarkawung dan Sekretaris Camat Salem. ***

Artikel Terkait