Berebut Gunungan di Festival Bawang Merah Brebes, Banyak Pengunjug Kecopetan

Sabtu, 12 September 2026 | 12.59
Pengunjung Festival Bawang Merah Brebes nampak memperebutkan gunungan bawang merah di Alun alun Brebes
Pengunjung Festival Bawang Merah Brebes nampak memperebutkan gunungan bawang merah di Alun alun Brebes

Festival Bawang Merah Brebes diwarnai kericuhan saat ribuan warga berebut gunungan. Sejumlah pengunjung mengaku kehilangan dompet dan ponsel diduga akibat pencopetan.

BREBES, puskapik.com – Kericuhan sempat mewarnai Festival Bawang Merah Kabupaten Brebes, saat ribuan pengunjung berebut gunungan bawang merah, Sabtu 12 September 2026, di Alun Alun Brebes.

Bahkan, saat berebut gunungan itu banyak pengunjung yang mengaku menjadi korban pencopetan.

Sebelum diperebutkan pengunjung, puluhan gunungan bawang merah itu di arak keliling Kota Brebes.

Baca Juga: MAPSI ke XXVII Cepiring Kendal Jadi Arena Adu Pengetahuan, Kreativitas dan Seni Islami

Namun saat gunungan tiba di Alun-alun Brebes, warga langsung merangsek mendekati kendaraan kirab demi mendapatkan bawang merah yang di bawa dalam gunungan.

Meski petugas TNI dan Polri telah melakukan pengamanan, antusiasme warga membuat kerumunan semakin padat.

Di tengah situasi tersebut, sejumlah penonton justru mengaku menjadi korban pencopetan.

Baca Juga: Masyarakat Dipersilakan Hadir, Pembukaan MTQ Nasional Dimeriahkan Tarian Kolosal hingga Pemecahan Rekor MURI

Barang yang dilaporkan hilang di antaranya telepon seluler dan dompet berisi uang serta dokumen penting.

Salah seorang pengunjung, Sairah (55) mengaku kehilangan dompet saat menyaksikan warga berebut gunungan. Padahan dirinya tidak ikut berebut dan hanya berdiri di belakang kerumunan.

"Saya kehilangan dompet, ada uangnya dan KTP. Saya padahal cuman nonton tapi banyak orang yang dorong-dorong saat berebut gunungan," tutur Sairah.

Nasib serupa dialami Dea (22). Ia nampak menangis usai mengetahui telepon seluler hilang saat menyaksikan prosesi rebutan gunungan.

Dea mengaku, saat itu telepon selulernya di simpan di dalam tas. Namun, ketika kerumunan berlangsung, ia baru menyadari barang berharganya telah hilang.

“Padahal saya tidak ikut berebut gunungan. Saya cuma nonton dari belakang. Padahal handphone saya simpan di dalam tas,” ujar Dea sambil mengusap air mata dengan kerudung jilbabnya.

Halaman 1 dari 2