MAPSI ke XXVII Cepiring Kendal Jadi Arena Adu Pengetahuan, Kreativitas dan Seni Islami

MAPSI ke-XVII Kecamatan Cepiring diikuti 451 siswa dari 29 SD. Mereka beradu pengetahuan, kreativitas, dan seni Islami dalam 13 cabang lomba untuk menjaring bibit berprestasi.
KENDAL, puskapik.com — Panggung Lomba Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Seni Islami (MAPSI) ke-XVII tingkat Kecamatan Cepiring tak sekadar menjadi arena berebut juara.
Sebanyak 451 siswa dari 29 sekolah dasar unjuk kemampuan dalam 13 cabang lomba yang menggabungkan pengetahuan keagamaan dan seni Islami.
Pembukaan MAPSI berlangsung di SD Kalirandugede, Kecamatan Cepiring, Sabtu (12/9/2026).
Kegiatan dibuka Korwil Bidik Kecamatan Cepiring, Siti Juwariyah.
Dari arena perlombaan, kemampuan siswa diuji tidak hanya melalui penguasaan materi pendidikan agama Islam.
Keberanian tampil, kreativitas, keterampilan, hingga kemampuan menerapkan nilai-nilai keislaman juga menjadi bagian dari kompetisi.
Baca Juga: Bukan Sehari, Pembongkaran Gedung Hogwan Bumiayu Diperkirakan 3 Hari
Ketua Panitia MAPSI ke-XVII, Noor Soleh, mengatakan 13 cabang yang diperlombakan menjadi ruang bagi siswa untuk mengembangkan potensi sekaligus mengukur hasil pembinaan pendidikan agama Islam di sekolah masing-masing.
“Tujuan lomba adalah meningkatkan pemahaman siswa terhadap pendidikan agama Islam, baik pengetahuan maupun penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, untuk mengembangkan bakat dan kreativitas siswa di bidang seni Islami,” katanya.
Menurut Noor Soleh, MAPSI tidak hanya diarahkan untuk menghasilkan siswa yang berprestasi dalam perlombaan. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi sarana menumbuhkan kecintaan terhadap pendidikan agama Islam melalui pendekatan yang kreatif dan kompetitif.
Melalui cabang pengetahuan, siswa ditantang menguasai materi keagamaan. Sementara cabang seni Islami memberikan ruang bagi peserta untuk mengekspresikan kemampuan sekaligus menyampaikan nilai-nilai keislaman melalui penampilan.
Korwil Bidik Kecamatan Cepiring Siti Juwariyah mengatakan, MAPSI diharapkan mampu mendorong siswa memperdalam pengetahuan agama, bukan hanya sebatas teori.
Menurut dia, 13 cabang yang dilombakan menjadi sarana untuk menguatkan praktik pemahaman agama dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, pendidikan agama yang diperoleh siswa di sekolah tidak berhenti pada penguasaan materi.