Bukan Sehari, Pembongkaran Gedung Hogwan Bumiayu Diperkirakan 3 Hari

Pembongkaran Gedung Hogwan Bumiayu dimulai Jumat dan diperkirakan membutuhkan tiga hari karena material bangunan yang harus dirobohkan dan dibersihkan.
BREBES, puskapik.com- Pembongkaran Gedung Hogwan di Desa Dukuhturi, Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes, tidak bisa dilakukan dalam sehari. Proses merobohkan sekaligus membersihkan material bangunan tua tersebut diperkirakan membutuhkan waktu sekitar tiga hari.
Satu unit alat berat mulai bekerja di lokasi, Jumat, 11 September 2026. Bagian yang dibongkar merupakan bangunan yang sebelumnya masih berdiri di sisi yang menghadap jalan dan permukiman warga.
Kepala UPTD PU Wilayah Bumiayu, Sri Hartanti, mengatakan, target tersebut masih bergantung pada kelancaran proses di lapangan. Pembongkaran dilakukan secara hati-hati karena material yang harus ditangani cukup banyak.
Baca Juga: Pemalang Jadi Daerah dengan Kegemaran Membaca Tertinggi Kedua di Jateng
“InsyaAllah kalau lancar kurang lebih tiga harian, Mas,” kata Tanti saat dikonfirmasi melalui WhatsApp.
Menurut Tanti, sejauh ini proses pembongkaran berjalan lancar. Setelah bagian bangunan dirobohkan, materialnya juga harus dibersihkan dari sekitar lokasi.
Sekretaris Desa Dukuhturi, Andi Kuswoyo, mengatakan, Gedung Hogwan memiliki luas keseluruhan sekitar 7.000 meter persegi. Namun, bagian yang dibongkar hanya sekitar 1.000 meter persegi.“Yang dibongkar ini yang runtuh kemarin, yang biasa digunakan untuk latihan bulutangkis,” kata Andi.
Gedung Hogwan dikenal warga sebagai bangunan tua bekas pabrik tapioka. Keberadaannya menjadi salah satu jejak aktivitas industri masa lalu di Bumiayu.
Banyak warga menyebut pabrik tapioka Hogwan sudah berdiri sejak 1901. Pada masa itu, aktivitas pabrik disebut menjadi magnet bagi orang dari berbagai daerah yang datang ke Bumiayu untuk bekerja.**