
Puing yang Timpa Rumah Dibersihkan, Sisa Gedung Hogwan Bumiayu Masih Bikin Khawatir
Warga Dukuhturi membersihkan puing Gedung Hogwan yang menimpa tiga rumah. Sisa bangunan masih dikhawatirkan membahayakan warga dan diminta segera dibongkar.

Warga Dukuhturi membersihkan puing Gedung Hogwan yang menimpa tiga rumah. Sisa bangunan masih dikhawatirkan membahayakan warga dan diminta segera dibongkar.

Gedung Hogwan Bumiayu belum dibongkar karena masih menjadi objek penyelidikan polisi. Pembersihan reruntuhan juga terkendala alat berat dan risiko getaran.

Kades Dukuhturi Achmad Effendi menjelaskan soal Mobil Siaga dan tuntutan warga agar dirinya mundur usai tragedi Gedung Hogwan yang menewaskan tiga orang.

Warga Dukuhturi Bumiayu meminta kepala desa mundur dan menyoroti pengelolaan aset serta Mobil Siaga Desa dalam audiensi pascaruntuhnya Gedung Hogwan.

Puluhan warga Dukuhturi menggelar audiensi soal Mobil Siaga Desa dan pelayanan pemerintahan. Sorotan menguat setelah kendaraan disebut tak berada di lokasi saat tragedi Hogwan.

PMI Brebes menyalurkan santunan kepada keluarga tiga korban meninggal akibat runtuhnya Gedung Hogwan di Bumiayu. Masing-masing keluarga menerima Rp750 ribu.

Warga meminta sisa bangunan Gedung Hogwan Bumiayu segera dibongkar karena dinilai membahayakan. Tiga orang sebelumnya meninggal akibat runtuhan bangunan.

Evakuasi reruntuhan Gedung Hogwan Bumiayu dihentikan sementara karena alat berat belum mampu menangani puing. Jalan Lapangan Asri masih ditutup demi keselamatan
![[Editorial] Tragedi Gedung Hogwan Bumiayu, Potensi Cagar Budaya yang Terabaikan](https://puskapik.com/api/uploads/2026/08/fb2c2e11-cf3e-497e-86ad-dac0119ea410.webp)
Sebuah ironi, Gedung Hogwan yang mencatatkan narasi sejarah penting bbagian dari lanskap Bumiayu berpotensi jadi cagar budaya runtuh dan memakan korban jiwa

Nara (4) dan Arfa (6) masih tertidur saat Gedung Hogwan Bumiayu runtuh dan menimpa rumah mereka. Kedua kakak beradik itu meninggal dunia dalam kejadian tersebut.