Operator Kecapean, Pembersihan Puing Gedung Hogwan Bumiayu Ditunda Meski Alat Berat Sudah Tiba

Kamis, 10 September 2026 | 17.23
Alat berat tiba di lokasi Gedung Hogwan, Desa Dukuhturi, Kecamatan Bumiayu, Brebes, Kamis (10/9/2026). Pembersihan puing yang menutup Jalan Lapangan Asri ditunda dan dijadwalkan dimulai Jumat (11/9/2026).
Alat berat tiba di lokasi Gedung Hogwan, Desa Dukuhturi, Kecamatan Bumiayu, Brebes, Kamis (10/9/2026). Pembersihan puing yang menutup Jalan Lapangan Asri ditunda dan dijadwalkan dimulai Jumat (11/9/2026).

Pembersihan puing Gedung Hogwan Bumiayu ditunda hingga Jumat karena operator alat berat kelelahan, meski alat berat telah tiba di lokasi.

BREBES, puskapik.com - Pembersihan puing Gedung Hogwan Bumiayu yang masih menutup akses Jalan Lapangan Asri, Desa Dukuhturi, Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes, ditunda.

Padahal, alat berat yang akan digunakan untuk membersihkan material bangunan tersebut sudah tiba di lokasi pada Kamis, 10 September 2026, sekitar pukul 12.00 WIB.

Kepala UPTD DPU Wilayah Bumiayu, Sri Hartanti, mengatakan pembersihan belum bisa dilakukan karena operator alat berat kelelahan setelah perjalanan dari Wangon menuju Bumiayu terkendala kemacetan.

Baca Juga: KPKNL Tegal Lelang 500 Barang secara Online sejak Januari 2026

“Operator kecapean, karena tadi perjalanan dari Wangon ke Bumiayu terjebak macet. Pembersihan puing akan dimulai besok (Jumat, 11 September 2026),” kata Tanti.

Alat berat tersebut didatangkan dari Wangon melalui kerja sama dengan Andalan Beton Bantarkawung.

Sebelum proses pembongkaran dilakukan, kabel listrik milik PLN yang berada di sekitar lokasi juga telah disingkirkan.

Baca Juga: Kemnaker Tekankan Pelindungan Hak Tenaga Kerja pada Perdagangan antar Negara

Selain menunggu operator siap bekerja, pembersihan puing Gedung Hogwan juga membutuhkan persiapan air yang cukup."Air tersebut diperlukan untuk mengantisipasi debu yang muncul ketika material bangunan dibongkar dan dibersihkan," kata Tanti.

Gedung Hogwan merupakan bangunan tua bekas pabrik tapioka di Desa Dukuhturi, Bumiayu. Bagian depan bangunan tersebut roboh pada Minggu (30/8/2026) sekitar pukul 05.30 WIB.

Reruntuhan menutup akses jalan serta menimpa tiga rumah warga yang berada di depan gedung. Peristiwa tersebut mengakibatkan tiga orang meninggal dunia.**